Category Archives: News
Wireless Sensor Network
Wireless Sensor Network (WSN)
Wireless Sensor Network dalam bahasa indonesia di sebut Jaringan Sensor Nirkabel (JSN). Apakah yang di maksud dengan WSN atau JSN?
Definisi berikut bisa di temukan atau di baca dari buku Fundamental of Wireless Sensor Network – theory and practice yang dibuat oleh Waltenegus Dargie dan Christian Poellabauer
Berikut sekilas mengenai WSN atau JSN
silahkan menikmatinya
Wireless Sensor Network
I.I Sensing dan Sensor
Sensing adalah suatu teknik yang digunakan untuk mengumpulkan informasi tentang obyek fisik atau proses termasuk peristiwa yang muncul (contohnya seperti perubahan temperatur atau tekanan). Benda yang melakukan pendeteksian tersebut di sebut dengan sensor. Sebagai contoh tubuh manusia di lengkapi dengan berbagai macam sensor sehingga mampu menlihat keadaan di sekitarnya dengan menggunakan mata, menangkap informasi suara dengan telinga, dan membau menggunakan hidung. Contoh yang lain adalah remote sensor, mendeteksi objek tanpa menyentuhnya. Dari persepsi teknik, sebuah sensor adalah alat yang mengubah besaran fisik atau kejadian menjadi sinyal untuk diukur dan di analisa. Terdapat istilah lain yaitu transduser, yang sering di gunakan untuk menggambarkan alat yang mengkonversi dari bentuk energi yang satu ke bentuk energi yang lain. Sehingga, suatu sensor adalah suatu transduser yang menkorversi enery fisik ke sinyal elektrik yang nantinya di proses oleh sistem atau kontroler. Pada Gambar 1 diperlihatkan cara melakukan pengambilan data akuisisi.

Gambar 1. Data Akusisi dan aktuaisasi
Pada Gambar 1, sering kali hasil dari ouput yang diperoleh dari sensor tidak bisa langsung diolah, sehingga perlu dilakukan pengolahan melalui rangkaian pengkondisi sinyal. Sinyal yang melalui rangkaian pengkondisi sinyal akan di hilangkan noisenya dengan cara melakukan pemfilteran untuk frekuensi seperti 50 Hz atau 60 Hz dengan filter highpass, selain itu dalam rangkaian pengkondisi sinyal bisa dilakukan penguatan sinyal sehingga proses berikutnya dapat menerimanya. Setelah itu output akan masuk ke rangkaian analog to digital converter (ADC). Sekarang sinyal telah berupa sinyal digital dan bisa di proses, di simpan ataupun di tampilkan. Banyak juga aplikasi jaringan sensor nirkabel dapat langsung mengontrol besaran fisik. Sebagai contohnya, sebuah aktuator dapat berupa pengontrol valve yang mengatur aliran air panas, sebuah motor yang menutup dan membukan jendela atau pintu, atau pompa yang mengalirkan bahan bakar ke mesin. Sebuah jaringan sensor aktuator nirkabel dapat mengendalikan input untuk aktuator, sehingga dapat berinteraksi dengan dunia luar. Maka dari itu harus berupa sistem yang closed loop, hal ini dapat di lihat pada Gambar 1 (Dargei, et al ,2010).
I.II Konsep dasar dan pengertian jaringan sesor nirkabel
Wireless sensor network (jaringan sensor nirkabel) adalah suatu jaringan nirkabel yang terdiri dari kumpulan node sensor yang tersebar di suatu area tertentu (sensor field). Tiap node sensor memiliki kemampuan untuk mengumpulkan data dan berkomunikasi dengan node sensor lainnya. Kemajuan teknologi WSN yang pesat tidak lepas dari fakta bahwa sekitar 98% prosesor bukan hanya berada didalam sebuah PC / Laptop, namun juga sudah terdapat di dalam beberapa aplikasi lainnya seperti di dalam aplikasi militer, kesehatan, remote control, chip robotic, alat komunikasi, dan mesin – mesin industri yang telah terintegrasi dengan sensor. Dengan adanya teknologi WSN, kita dapat memonitor dan mengontrol temperatur, kelembaban, kondisi cahaya, level derau, pergerakan suatu objek dan sebagainya. . Sebuah WSN dapat menghemat waktu dan biaya untuk penyebaran sensor, menambah efisiensi dan mudah perawatannya.( Sohraby, 2007)
Pada prinsipnya pembacaan konsdisi oleh sensor ini akan diinformasikan secara realtime dan keamanan data yang terjamin hingga di terima oleh pengolah data. Beberapa karakteristik dari jaringan nirkabel ini diantaranya :
- Dapat digunakan pada daya yang terbatas
- Dapat ditempatkan pada konosi lingkungan yang keras
- Dapat digunakan untuk kondisi dan pemrosesan data secara mobile
- Mempunyai topologi jaringan yang dinamis, dengan sistem node yang heterogen
- Dapat dikembangkan untuk skala besar.
I.III Topologi jaringan sensor nirkabel
Dalam perkembangannya jaringan sensor nirkabel telah dengan beberapa topologi jaringan seperti berikut :
- Topologi jaringan point to point
- Topologi jaringan multihop
- Topologi jaringan web model
KRI 2013 – Sosialisasi Perubahan Nama
Data di ambil dari milis KRI – dari data Endra Pitowarno.
Semoga selalu semangat, terutama dalam menyongsong tantangan-tantangan baru dalam kontes robot tahun depan: 2013 !
Juri telah menyepakati perubahan nama-nama untuk kontes robot tahun 2013, yaitu:
- KRI 2013 > tetap > rule mengacu pada ABU Robocon 2013 Vietnam KRPAI (Kontes Robot Pemadam Api Indonesia) >
- dulu KRCI divisi beroda dan berkaki > rule akan disampaikan oleh Pak Heru KRSBI (Kontes Robot Sepak Bola Indonesia) >
- dulu KRCI divisi > rule seperti dalam lampiran KRSI > tetap > rule akan disampaikan oleh Pak Gigih Untuk diketahui,
mulai Senin minggu depan akan dilaksanakan kegiatan sosialisasi di beberapa kota, antara lain:
- Pekanbaru (UNRI): 15 Oktober 2012
- Semarang (POLINES): 15 Oktober 2012
- Jakarta (UNTAR): 18 Oktober 2012
- Makassar (UNHAS): 18 Oktober 2012
- Palembang (UNSRI): 20 Oktober 2012
- Malang (UB): 20 Oktober 2012
Pada hal ini silahkan juga untuk mendownload file sosialisasi perubahan nama. File pertama : Sosialisasi Komurindo 2013 dan file ke dua : Sosialisasi KRSBI 2013 mini
KRI dan KRCI 2012 – Seleksi Tahap I
Kontes Robot Indonesia (KRI) dan Kontes Robot Cerdas Indonesia (KRCI) 2012
Hong Kong will be the host city of the 11th ABU Robot Contest in 2012. By then, students from the Asia-Pacific region will gather in Hong Kong, directing robots to cross Bridges and Tunnels, land the Island, climb the Bun Tower, snatch the lucky Buns and achieve “Peng On Dai Gat”. Who will be the winner of the ABU Asia-Pacific Robot Contest 2012 after a great “journey” in Hong Kong? Let’s see!
Kali ini STIKOM Surabaya sudah lolos di tahap 1 berdasarakan Surat Kementrian Pendidikan dan Kebuyaan No : 0128/E5.3/KPM/2012
| Hasil Seleksi Tahap I (Pertama) KRI-KRCI-KRSI |
| Written by Rusdan Tafsili | |
| Monday, 30 January 2012 16:10 | |
|
Kepada Yth : Rektor/Direktur/Ketua Perguruan Tinggi Negeri/Swasta yang bersangkutan. Berdasarkan hasil rapat seleksi proposal calon peserta Kontes Robot Indonesia (KRI), Kontes Robot Cerdas Indonesia (KRCI) dan Kontes Robot Seni Indonesia (KRSI) 2010 yang dilaksanakan pada tanggal 26 Januari 2012, diberitahukan dengan hormat bahwa proposal yang dinyatakan lolos seleksi tahap I (pertama) (seleksi administrasi) untuk mengikuti seleksi tahap II (kedua) adalah untuk KRI sebanyak 70 tim, KRCI sebanyak 272 tim, sedangkan untuk KRSI sebanyak 40 tim (daftar terlampir). Untuk itu diharapkan semua tim yang dinyatakan lolos dalam seleksi tahap I (pertama) segera membuat robotnya. Selanjutnya kami sampaikan bahwa evaluasi tahap II (kedua) calon peserta akan didasarkan pada butir-butir berikut :
Seluruh bahan untuk seleksi tahap II (kedua) meliputi butir 1 sampai 4 harus sudah diterima panitia paling lambat tanggal 02 Maret 2012 dan dialamatkan ke :
Direktur Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Gedung DIKTI lantai 4, Jl. Jenderal Sudirman Pintu Satu Senayan, Jakarta Pusat.10270 Untuk pelaksanaan pertandingan regional perlu diinformasikan bagi peserta bahwa:
Sehubungan dengan itu, dimohon bantuan Saudara untuk menginformasikan hasil seleksi tahap I (pertama) ini kepada mahasiswa yang bersangkutan agar dapat mempersiapkan diri untuk mengikuti seleksi tahap II (kedua). Atas perhatian dan kerjasamanya, kami mengucapkan terima kasih.
|






