Penilaian Resiko Proyek Calon Klien Bagi Software House

Penilaian resiko proyek bagi Software House kepada calon Klien (Perusahaan) sangat dibutuhkan untuk menetapkan strategi implementasi, dan menjadi penentu harga proyek tersebut (tentunya semakin tinggi perkiraan tingkat resiko suatu proyek, semakin tinggi More »

Contoh Implementasi Penerapan Jaringan Komputasi

Bagi sebuah software house, walaupun product based, pengetahuan tentang jaringan komputer tetap dibutuhkan. Paling tidak harus bisa berkontribusi saat Klien meminta rekomendasi disain jaringan komputer yang sesuai bagi kebutuhan organisasinya secara konseptual. More »

Hospital Management and Information System

“Sebenarnya tidak ada sistem yang sederhana, walau sub dari sub sistem sekalipun, bila kita dapat melihatnya secara detil dan mendalam.” Tulisan ini saya tujukan bagi Mahasiswa S1 SI, agar tak perlu bingung More »

Sekilas Tentang Medical Image Fusion

Image fusion adalah proses penggabungan citra yang dihasilkan oleh sensor dengan panjang gelombang berbeda secara simultan untuk suatu adegan yang sama menjadi suatu citra komposit. Citra komposit dibentuk untuk meningkatkan konten citra More »

Daftar tujuan yang ditetapkan oleh American College of Radiology (ACR) untuk kemajuan teleradiologi dan manfaatnya

Teleradiologi adalah pengiriman data suatu gambaran radiografi dari suatu tempat ke tempat lain secara elektronik untuk mendapatkan hasil diagnosa dan dapat digunakan untuk konsultasi satu sama lain (ACR standard teleradiologi: http://www.acr.org). Teleradiologi More »

Penilaian Resiko Proyek Calon Klien Bagi Software House

Penilaian resiko proyek bagi Software House kepada calon Klien (Perusahaan) sangat dibutuhkan untuk menetapkan strategi implementasi, dan menjadi penentu harga proyek tersebut (tentunya semakin tinggi perkiraan tingkat resiko suatu proyek, semakin tinggi pula harga proyek yang akan diajukan). Bagi Software House yang berbasis proyek, penilaian resiko ini juga bisa sebagai penentu apakah suatu penawaran proyek akan diterima atau tidak, bila resiko kegagalan implementasi sangat tinggi, tentunya akan lebih bijak bila tidak menerima tawaran tersebut.

Berikut ini adalah hal-hal yang perlu dinilai oleh Software House dalam menentukan tingkat resiko suatu proyek, dimana semakin banyak pilihan nomor 1 dari 3 opsi yang disediakan pada tiap faktor resiko implementasi yang ada, maka tingkat resiko proyek adalah semakin rendah, demikian pula sebaliknya. Beberapa faktor penentu tidak diberikan opsi, karena keberadaannya perlu ditelaah secara bebas berkaitan dengan kesesuaian, dan dukungannya terhadap proyek yang ditawarkan.

TUJUAN DAN MISI PERUSAHAAN

Tujuan akhir yang ingin dicapai dari pengembangan sistem teknologi informasi Perusahaan.

Isian:

Misi dari pengembangan sistem teknologi informasi Perusahaan.

Isian:

Permasalahan yang terjadi terhadap proses yang berjalan (manual / elektronik), yang menyebabkan timbulnya kebutuhan untuk melakukan pengembangan sistem teknologi informasi bagi Perusahaan.

Isian:

Kondisi dari alur kerja yang sedang berlangsung pada Perusahaan.

  1. Tidak ada atau sangat kecil kemungkinannya terjadi perubahan terhadap alur kerja.
  2. Mempunyai kemungkinan untuk terjadi perubahan dalam beberapa aspek yang berdampak kecil terhadap alur kerja.
  3. Mempunyai kemungkinan untuk terjadi perubahan yang sangat berpengaruh terhadap metode atau alur kerja.

Perubahan yang sedang atau mungkin terjadi terhadap alur kerja pada Perusahaan.

Isian: 

MANAJEMEN ORGANISASI PERUSAHAAN

Kondisi dari stabilitas organisasi Perusahaan saat ini.

  1. Tidak ada atau sangat kecil kemungkinannya terjadi perubahan terhadap manajemen atau struktur organisasi yang diharapkan.
  2. Mempunyai beberapa kemungkinan untuk terjadi perubahan terhadap manajemen atau re-organisasi yang diharapkan.
  3. Manajemen atau struktur organisasi secara terus-menerus atau sering terjadi perubahan.

Perubahan yang sedang atau mungkin terjadi  terhadap manajemen atau struktur organisasi pada Perusahaan.

Isian:

Kondisi pembagian tugas dan tanggung jawab di dalam organisasi Perusahaan.

  1. Individu-Individu pada Perusahaan memahami tugas dan tanggung jawab masing-masing Individu dan batasannya terhadap Individu yang lain.
  2. Individu-Individu pada Perusahaan memahami tugas dan tanggung jawab masing-masing Individu, namun tidak dapat memastikan siapa yang bertanggung jawab terhadap perkerjaan di luar gugus tugas mereka.
  3. Banyak Individu organisasi yang tidak memahami dan tidak sadar  akan siapa yang bertanggung jawab bagi aktivitas-aktivitas organisasi.

Definisi dan pelaksanaan kebijakan dan standarisasi di dalam Perusahaan.

  1. Kebijakan dan standarisasi pengembangan didefinisikan dan secara pasti diikuti.
  2. Kebijakan dan standarisasi pengembangan telah pada tempatnya, namun masih lemah dalam pelaksanaannya.
  3. Tidak ada kebijakan atau standarisasi, atau belum terdefinisikan dan tidak dapat digunakan.

Komitmen dari dukungan manajemen di dalam Perusahaan.

  1. Mempunyai komitmen yang kuat untuk mencapai kesuksesan proyek.
  2. Mempunyai komitmen dalam batasan-batasan tertentu, tidak secara total.
  3. Sedikit atau tidak mempunyai komitmen.

Kesediaan kalangan Eksekutif Perusahaan untuk ikut terlibat dalam pemecahan masalah Perusahaan.

  1. Bersedia beserta dengan pemberian dukungan yang kuat.
  2. Dukungan diberikan dalam batasan tertentu, memberikan bantuan terhadap hal yang dimintakan.
  3. Dukungan tidak tersedia; tidak ada bantuan pada hal yang sukar terpecahkan.

Perlakuan obyektivitas proyek bagi perusahaan.

  1. Obyektivitas proyek dapat diverifikasikan, kebutuhan yang dapat dipertanggungjawabkan.
  2. Beberapa obyektifitas proyek masih diragukan pengukurannya.
  3. Belum adanya obyektifitas proyek atau obyektifitas ada, namun belum dapat diukur.

Proses pengambilan keputusan Perusahaan.

  1. Keputusan dapat dibuat oleh seseorang atau sebuah tim kecil (tergantung pada kebutuhan ) yang telah diberi mandat.
  2. Keputusan membutuhkan diskusi dan review dari steering board, yang bertemu secara berkala dan dalam periode tertentu.
  3. Keputusan dibuat oleh sekelompok manajer, tanpa adanya penetapan atau proses tertentu.

Ketersediaan pengukuran Perusahaan terhadap kesuksesan bisnis hasil penerapan IT dan kesuksesan bisnis.

  1. Perusahaan mempunyai pengukuran kesuksesan bisnis dan hubungannya dengan hasil dari penerapan IT  terhadap bisnis.
  2. Perusahaan mempunyai pengukuran terhadap beberapa aspek dari bisnis, yang mungkin dapat atau tidak dapat mengukur hasil dari IT terhadap bisnis.
  3. Sangat sedikit bukti yang dapat digunakan untuk mengukur (hal lain yang bukan dasar pengukuran terhadap keuntungan / kerugian) untuk menjalankan bisnis atau IT.

Kemampuan interaksi Tim dalam keterlibatannya di dalam Organisasi.

  1. Tim berinteraksi dengan semua User / Pengguna / Pemilik proses bisnis yang berkepentingan di dalam Organisasi.
  2. Tidak dapat dipastikan apakah dapat melibatkan semua Anggota Organisasi yang berkepentingan.
  3. Terdapat keterbatasan dalam berinteraksi. Tidak dapat berinteraksi dengan beberapa Grup tertentu, atau suatu Grup tidak diperbolehkan berinteraksi satu dengan yang lain, atau interaksi dengan suatu Grup dapat menghancurkan kemampuan kerja dengan yang lain, dengan alasan tertentu.

PENGGUNA / END USER

Keterlibatan Pengguna di dalam Tim proyek.

  1. Pengguna sangat berperan di dalam Tim proyek.
  2. Pengguna memainkan tugas yang minor, berdampak sedang di dalam sistem.
  3. Minimal atau tidak ada keterlibatan Pengguna; sangat sedikit masukan dari Pengguna.

Pengalaman Pengguna terhadap proyek.

  1. Pengguna sangat berpengalaman  pada proyek serupa atau pada bidangnya di dalam batasan pengerjaan proyek;  mempunyai ide-ide spesifik yang dapat mempertemukan kebutuhan-kebutuhannya.
  2. Pengguna mempunyai pengalaman pada proyek serupa atau pada bidangnya di dalam batasan pengerjaan proyek, dan mempunyai pemikiran-pemikiran akan apa yang dibutuhkannya.
  3. Pengguna tidak mempunyai pengalaman pada proyek sebelumnya atau pada bidangnya di dalam batasan pengerjaan proyek; tidak dapat memastikan bagaimana kebutuhan dapat dipertemukan.

Penerimaan dari Pengguna.

  1. Pengguna menerima keseluruhan konsep dan detil sistem; adanya proses persetujuan dari Pengguna.
  2. Pengguna menerima sebagian besar konsep dan detil sistem; adanya proses persetujuan dari Pengguna.
  3. Pengguna tidak perlu menerima konsep atau detil disain dari sistem.

Kebutuhan pelatihan terhadap Pengguna.

  1. Kebutuhan pelatihan terhadap Pengguna dipertimbangkan sesuai dengan perkembangannya di dalam perencanaan pelatihan.
  2. Kebutuhan pelatihan terhadap Pengguna dipertimbangkan tanpa perlu menyesuaikan dengan perkembangannya di dalam perencanaan pelatihan.
  3. Kebutuhan tidak dapat diketahui atau diidentifikasikan sesuai kebutuhan pelatihan.

Domain pengetahuan dari Pengguna.

  1. Pengguna dapat dipertimbangkan keberadaannya sesuai dengan pengalaman dan pengetahuan di dalam domain dari sistem.
  2. Pengguna secara relatif baru di dalam domain sistem, namun mereka akan mendapatkan pelatihan dan pengalaman sesuai kebutuhan.
  3. Pengguna adalah baru di dalam domain sistem, dan belum ada pendekatan terstruktur untuk membuat mereka lebih mengenali domain sistem.

Keseragaman dari populasi Pengguna

  1. Kebanyakan Pengguna mempunyai latar belakang yang sama dan akan menggunakan sistem dengan cara yang sama.
  2. Pengguna akan mengikuti beberapa proses terdokumentasi yang termasuk di dalam sistem.
  3. Pengguna diharapkan untuk dapat menggunakan sistem, tetapi proses bisnis dalam penerapannya, akan bervariasi tergantung dari Pengguna.

ORGANISASI TEKNIKAL PERUSAHAAN

Kemampuan ketertarikan Perusahan dan mempersiapkan sumber daya manusia.

  1. Perusahaan berkemampuan untuk menyediakan dan mempersiapkan sumber daya manusia untuk siap dilatih pada area tertentu, atau berkeinginan untuk dilatih.
  2. Perusahaan  berkemampuan untuk memperkerjakan sejumlah tertentu orang yang siap dilatih pada area yang dibutuhkan, atau harus membayar mahal untuk mendapatkan kemampuan yang dibutuhkan.
  3. Sedikit orang yang berkeinginan bekerja untuk Perusahaan atau Perusahaan tidak menginginkan melatih orang, karena  mereka akan keluar setelah mendapatkan kemampuan baru.

Kemampuan Organisasi Perusahaan dalam manajemen sumber daya manusia.

  1. Organisasi Perusahaan kuat dalam manajemen sumber daya manusia dan pengembangan.
  2. Organisasi Perusahaan mempunyai catatan kesuksesan dan kegagalan dalam efektifitas manajemen sumber daya manusia.
  3. Organisasi Perusahaan lemah dalam mempertahankan manajer yang baik dan membuat individu senang.

Kemampuan Organisasi Perusahaan dalam memperkerjakan staf kontrakan.

  1. Organisasi memperkerjakan staf kontrakan hanya untuk saat-saat tertentu, sebagai suplemen bagi staf tetap.
  2. Organisasi mempunyai staf kontrakan, sebagai cara untuk melakukan transfer pengetahuan dengan efektif kepada staf tetap.
  3. Organisasi mempunyai persentase tinggi dalam menggunakan staf kontrakan dan tidak mempunyai catatan terhadap efektivitas transfer pengetahuan.

KARAKTERISTIK PROYEK

Stabilitas kebutuhan.

  1. Sedikit atau tidak ada perubahan dari yang diharapkan terhadap suatu hal yang telah disetujui.
  2. Beberapa perubahan dari yang diharapkan kemungkinan akan terjadi terhadap suatu hal yang disetujui.
  3. Sering terjadi perubahan atau tidak ada dasar yang dapat disetujui bersama.

Cakupan dan kejelasan kebutuhan.

  1. Semua dispesifikasikan secara komplit dan tertulis dengan jelas.
  2. Beberapa kebutuhan tidak komplit atau tidak jelas.
  3. Beberapa kebutuhan masih terdapat di kepala individu pemilik kebutuhan

Ekspektasi Perusahaan

  1. Ekspektasi diarahkan untuk sejalan dengan Tim proyek.
  2. Ekspektasi tidak secara eksplisit di-review.
  3. Ekspektasi pengguna berbeda dari Tim proyek.

KENDALI KEPUTUSAN PROYEK

Campur tangan politik.

  1. Tidak ada pihak yang mengendalikan proyek secara politik terhadap pilihan yang telah dibuat.
  2. Proyek dibuat berdasarkan beberapa keputusan bagi alasan politik, lebih daripada alasan teknis ataupun manajemen.
  3. Proyek secara keseluruhan diputuskan dengan menggunakan pendekatan politik, dan kehadirannya tidak atas dasar pertimbangan teknis ataupun manajemen.

Batas waktu proyek.

  1. Batas waktu ditentukan oleh estimasi waktu dari Tim proyek.
  2. Batas waktu sebagian ditentukan oleh kebutuhan untuk mempertemukan dengan suatu hal tertentu di luar estimasi waktu normal dari pengerjaan proyek.
  3. Batas waktu secara kesuluruhan harus memenuhi kebutuhan suatu hal tertentu di luar estimasi waktu normal dari pengerjaan proyek.

Solusi jangka pendek.

  1. Proyek diusahakan untuk memenuhi kebutuhan jangka pendek, dengan tetap memperhatikan kebutuhan dalam jangka panjang.
  2. Proyek fokus pada solusi jangka pendek terhadap suatu masalah, dengan sedikit pengetahuan terhadap apa yang dibutuhkan pada jangka panjang.
  3. Proyek secara eksplisit diarahkan untuk memenuhi kebutuhan jangka pendek, tanpa memperhatikan kebutuhan jangka panjang.

PROSES PENGEMBANGAN PROYEK

Ketergantungan proyek.

  1. Semua ketergantungan diketahui dan terdapat komitmen.
  2. Beberapa ketergantungan berpotensi menyebabkan resiko terhadap penyelesaian proyek.
  3. Item-item proyek tergantung pada personel, pembuat keputusan, atau komponen lainnya.

Dokumentasi sistem yang ada.

  1. Sistem yang ada terdokumentasi dengan baik dalam format tertentu; dan dapat dipelajari oleh Tim dengan mudah.
  2. Beberapa sistem yang ada terdokumentasi; lainnya mengikuti pendekatan Pemilik proses.
  3. Tidak ada dokumentasi dari sistem yang ada, atau dokumentasi yang ada telah tidak berlaku.

Proses perubahan komitmen.

  1. Perubahan terhadap komitmen dalam batasan, isi, jadual di-review dan disetujui oleh semua yang terlibat.
  2. Perubahan komitmen dikomunikasikan kepada semua yang terlibat.
  3. Perubahan komitmen dibuat tanpa review atau keterlibatan Tim.

Kepastian proses.

  1. Proses telah ada, diikuti, efektif, untuk memastikan proyek cocok sesuai dengan yang direncanakan.
  2. Proses telah terdifinisi, namun tidak secara konsisten dijalankan untuk memastikan kecocokan   terhadap hasil proyek.
  3. Tidak ada proses yang diikuti untuk memastikan kecocokan terhadap hasil proyek.

Proyek percontohan.

  1. Lokasi atau tim percontohan telah ditetapkan dan tertarik untuk berpartisipasi.
  2. Percontohan menggunakan beberapa lokasi yang menginginkan atau yang sangat membutuhkan.
  3. Percontohan yang tersedia tidak kooperatif atau telah dalam kondisi kritis.

Kendali perubahan kerja produksi.

  1. Proses kendali perubahan secara formal telah ada, diikuti dan efektif.
  2. Kendali perubahan telah ada, namun tidak diikuti atau tidak efektif.
  3. Tidak kendali perubahan yang digunakan.

Perencanaan manajemen konfigurasi.

  1. Aktivitas manajemen konfigurasi secara formal direncanakan sebagai bagian dari keseluruhan aktivitas perencanaan proyek.
  2. Aktivitas manajemen konfigurasi direncanakan secara tidak formal saat proyek dijalankan.
  3. Rencana proyek kadang atau tidak pernah ditunjang aktivitas manajemen konfigurasi.

MANAJEMEN PROYEK

Kebutuhan migrasi data.

  1. Sedikit atau tidak ada migrasi data.
  2. Banyak data yang dimigrasikan, namun mempunyai deskripsi yang baik terhadap struktur dan penggunaan.
  3. Banyak data yang dimigrasikan dari beberapa tipe database atau tidak terdeskripsikan dengan baik tentang apa dan dimana.

Interfacing eksternal hardware atau software.

  1. Tidak ada integrasi atau interfacing yang dibutuhkan.
  2. Beberapa integrasi atau interfacing dibutuhkan.
  3. Ekstensif interfacing dibutuhkan.

TIM PROYEK DARI PERUSAHAAN

Kesediaan anggota tim.

  1. Berada di tempat, kecil kemungkinan pergantian, sedikit interupsi akibat perselisihan pendapat.
  2. Ada, dimungkinkan terjadi beberapa pergantian, dan interupsi akibat perselisihan pendapat.
  3. Sangat tinggi kemungkinan pergantian, dan Tim menghabiskan banyak waktu untuk perselisihan pendapat.

Pengalaman proyek

  1. Ekstensif berpengalaman dalam tim dengan proyek yang sama.
  2. Beberapa pengalaman dengan proyek yang hampir sama.
  3. Tidak ada atau sedikit pengalaman dengan proyek yang sama.

Penguasaan terhadap teknologi hardware dan software.

  1. Berkemampuan tinggi.
  2. Berkemampuan rata-rata.
  3. Berkemampuan rendah.

Penguasaan terhadap proses yang akan dikembangkan.

  1. Berpengetahuan tinggi.
  2. Berpengetahuan rata-rata.
  3. Berpengatahuan rendah.

Komunikasi status proyek.

  1. Tim proyek secara jelas mengkomunikasikan tujuan dan status diantara Tim dan Organisasi lainnya.
  2. Tim mengkomunikasikan beberapa informasi dalam waktu tertentu.
  3. Tim sangat jarang mengkomunikasikan secara jelas kepada yang membutuhkan informasi status dari tim.

Semangat dan sikap Tim.

  1. Sangat kuat komitmen untuk mencapai kesuksesan proyek dan kooperatif.
  2. Berkeinginan untuk melakukan apa yang menjadi tanggung jawab pekerjaan hingga selesai.
  3. Tidak atau redah berkomitmen terhadap proyek; bukan sebuah Tim yang kohesif.

Pengalaman dengan domain proyek.

  1. Mempunyai latar belakang yang baik terhadap domain tim pengembangan.
  2. Beberapa pengalaman terhadap domain dalam tim atau dapat disebut sebagai pakar sesuai yang dibutuhkan.
  3. Tidak berpengalaman terhadap domain dalam tim, dan tidak punya kemampuan pakar.

Menggunakan Subkontraktor lain.

  1. Tidak ada subkontraktor dalam proyek.
  2. Subkontraktor pernah bekerjasama dengan Pengembang sebelumnya.
  3. Subkontraktor yang belum pernah bekerjasama dengan Pengembang sebelumnya

TEKNOLOGI PROYEK

Keahlian teknologi yang akan dipakai, yang berkaitan dengan ketersediaan pakar.

  1. Pakar teknologi telah tersedia.
  2. Pakar teknologi tersedia di bagian lain Organisasi.
  3. Membutuhkan bantuan dari luar Organisasi.

Kematangan teknologi.

  1. Teknologi telah digunakan dalam jangka waktu yang lama.
  2. Teknologi telah dipahami dengan baik.
  3. Teknologi belum dipahami dengan baik

Demikian penilaian resiko proyek yang sampai saat ini masih saya jadikan acuan untuk menerapkan strategi implementasi walaupun Software House saya berbasis pada produk. Semoga bermanfaat.

[ROM]

Penggolongan Alat Kesehatan (ALKES)

DEFINISI ALKES

Berdasarkan PERMENKES 1189-1190-1191 Th 2010:

ALKES adalah instrumen, apparatus, mesin dan/atau implan yang tidak mengandung obat yang digunakan untuk mencegah, mendiagnosis, menyembuhkan dan meringankan penyakit, merawat orang sakit, memulihkan kesehatan pada manusia, dan/atau membentuk struktur dan memperbaiki fungsi tubuh. Alat kesehatan berdasarkan tujuan penggunaan sebagaimana dimaksud oleh produsen, dapat digunakan sendiri maupun kombinasi untuk manusia dengan satu atau beberapa tujuan sebagai berikut:

  • diagnosis, pencegahan, pemantauan, perlakuan atau pengurangan penyakit;
  • diagnosis, pemantauan, perlakuan, pengurangan atau kompensasi kondisi sakit;
  • penyelidikan, penggantian, pemodifikasian, mendukung anatomi atau proses fisiologis;
  • mendukung atau mempertahankan hidup;
  • menghalangi pembuahan;
  • desinfeksi alat kesehatan; dan
  • menyediakan informasi untuk tujuan medis atau diagnosis melalui pengujian in vitro terhadap spesimen dari tubuh manusia

PENGGOLONGAN ALKES

  • Fungsinya
  • Sifat pemakaiannya
  • Kegunaannya
  • Umur peralatan
  • Macam dan bentuknya
  • Katalog-katalog pabrik alat
  • Kepmenkes RI No 116/SK/1979
  • Kepraktisan penyimpanan

PENGGOLONGAN BERDASARKAN FUNGSI

1. Peralatan medis

  • Instrumen atau perlengkapan, seperti  X-Ray, ECG, MRI, CT, USG
  • Utensilen, seperti pembalut, sputum-pot, urinal, pispot.

2. Peralatan non medis, seperti dapur, generator, keperluan cucian.

PENGGOLONGAN BERDASARKAN SIFAT PEMAKAIAN

  1. Peralatan yang habis dipakai (consumable), seperti spuit, plester kain kassa.
  2. Peralatan yang dapat digunakan terus-menerus, seperti termometer, tensimeter, urinal, pispot.

PENGGOLONGAN BERDASARKAN KEGUNAAN

  1. Peralatan THT
  2. Peralatan Bedah
  3. Peralatan Gigi
  4. Peralatan Radiologi
  5. dll

PENGGOLONGAN BERDASARKAN UMUR PERALATAN

1. Tidak memerlukan perawatan

  • Alkes satu kali pakai (disposible)
  • Alkes habis pakai (consumable)
  • Alkes dengan cost unit rendah, seperti alat suntik, termometer, pinset, gunting.

2. Alat-alat yang penting, atau alat dengan waktu penyusutan lebih dari 5 tahun, seperti peralatan laboratorium, peralatan ruang bedah.

3. Alat-alat berat dengan waktu penyusutan lebih dari 5 tahun atau dikaitkan dengan bangunan di mana alat itu ditempatkan,

    seperti alat X-ray, alat sterilisasi, perlengkapan dapur, pencucian.

PENGGOLONGAN BERDASARKAN MACAM DAN BENTUK

  1. Alat-alat kecil dan yang umum, seperti spuit, jarum, catherter, film X-Ray
  2. Alat perlengkapan Rumah Sakit, seperti meja operasi, autoclave, sterilizer, lampu operasi, unit perlengkapan gigi, genset
  3. Alat laboratorium, seperti alat-alat gelas, reagensia, kit test diagnostik
  4. Alat perlengkapan radiologi/nuklir, seperti X-ray, MRI, CT, PET

PENGGOLONGAN BERDASARKAN KATALOG PABRIK

  1. Pemberian nomor katalog dengan huruf (alfabeth), misal AESCULAP – Jerman
  2. Pemberian nomor katalog dengan angka
  3. Pemberian nomor katalog dengan kombinasi huruf dan angka
  4. Pemberian katalog khusus, misal JMS (Japan Medical Supply), JMC (Japan Medical Instrument Catalog).

PENGGOLONGAN BERDASARKAN KEPMENKES NO 116/SK/1979

  1. Preparat untuk pemeliharaan dan perawatan kesehatan.
  2. Pestisida dan insektisida pembasmi binatang pengganggu manusia dan binatang piaraan.
  3. Alat perawatan yang digunakan dalam salon kecantikan
  4. Wadah dari plastik dan kaca untuk obat dan injeksi, juga karet tutup botol infus.
  5. Peralatan obstetri dan gynekologi
  6. Peralatan Anesthesi
  7. Peralatan dan perlengkapan kedokteran gigi
  8. Peralatan dan perlengkapan THT
  9. Peralatan dan perlengkapan mata
  10. Peralatan Rumah Sakit
  11. Peralatan Kimia
  12. Peralatan Hematologi
  13. Peralatan Imunologi
  14. Peralatan Mikrobiologi
  15. Peralatan Patologi
  16. Peralatan Toksikologi
  17. Peralatan Orthopedi
  18. Peralatan Rehabilitasi
  19. Peralatan Bedah Umum dan Bedah Plastik
  20. Peralatan Kardiologi
  21. Peralatan Neurologi
  22. Peralatan Gastro Enterologi dan Urologi
  23. Peralatan Radiologi 

PENGGOLONGAN BERDASARKAN KEPRAKTISAN PENYIMPANAN

  1. Alat alat perawatan
  2. Alat kedokteran umum
  3. Hospital furniture and equipment
  4. Alat alat lab gelas
  5. Alat alat kedokteran gigi
  6. Alat alat X-ray & accessories
  7. Alat alat optik
  8. Alat bedah
  9. Alat bedah tulang
  10. Alat untuk penyelidikan
  11. Alat kedokteran hewan (veteriner)
  12. Alat alat elektromedis

[ROM]

Pemenuhan IEC 62304 bagi Pengembang Perangkat Lunak Alat Medis

Kegagalan aplikasi perangkat lunak untuk berfungsi dengan benar pada alat medis dapat mengakibatkan kematian atau cidera serius pada pasien. Sebuah analisis dari 3140 alat medis yang ditarik dari pasaran antara tahun 1992 dan 1998 oleh US FDA, mengungkapkan bahwa 242 (7,7%) dari alat-alat medis tersebut disebabkan oleh kegagalan perangkat lunak. Dari 242 kasus kegagalan perangkat lunak tersebut, 192 (79%) kasus disebabkan cacat setelah perangkat lunak di-upgrade.

Bagaimana Menerapkan ISO 13485 untuk Perusahan Perangkat Lunak

ISO 13485 adalah Standar internasional sistem manajemen mutu yang komprehensif untuk desain dan pembuatan peralatan medis, yang diterbitkan pada tahun 2003. Berdasarkan pada Permenkes No. 1189/MENKES/PER/VIII/2010, tiap produsen alat kesehatan harus  memiliki kelayakan produksi alat kesehatan sesuai dengan Cara Produksi Alat Kesehatan yang Baik (CPAKB)  untuk bisa mendapatkan sertifikat produksi. CPAKB dibuat berdasarkan pada ISO 13485.

Pengantar: Standar ISO dan IEC untuk Perangkat Lunak Alat Medis

Standar-Standar Umum

 Dua standar ISO yang sangat penting untuk perangkat lunak alat medis adalah ISO 13485 dan ISO 14971. Mereka dapat dilihat sebagai standar teratas untuk perangkat medis. Mereka sangat generik dan berlaku untuk setiap perangkat medis, dari plester sederhana sampai robot bedah yang paling kompleks. Karena mereka begitu umum, mereka tidak memberikan petunjuk tentang perangkat lunak. Dibutuhkan standar lain yang bersifat khusus sebagai tambahannya.

Teknologi OSGi

Apa development platforms dan application frameworks?

Dalam kontek pengembangan software, suatu development platform adalah sekumpulan pustaka (libraries) dan alat bantu (tools) software yang membantu pengembangan komponen-komponen software, dan lingkungan runtime yang sesuai akan dapat menampung komponen-komponen yang dikembangkan, sebagaimana dapat dilihat pada gambar 1.

Remote Method Invocation (RMI)

“Tidak akan ada perantara antara yang menjalani dengan yang menyebabkan perubahan.”—Aristotle, Physics, Book VII, § 2.

Sebelum bahasa Java ada, rancang bangun sistem-sistem terdistribusi sangat berfokus pada masalah heterogenitas – perbedaan CPU, sistem operasi, bahasa, dan format data. Terdapat tantangan untuk membuat format arsitektur netral dan protokol yang dapat disesuaikan dengan arsitektur manapun tanpa membebani programmer.

Materi Workshop SCS Pertemuan 1: Java Game Programming

UKM Stikom Cyber Sports (SCS) mengadakan workshop game programming dengan bahasa pemrograman Java. Program kerja ini direncanakan untuk diadakan secara periodik dan berkelanjutan dari workshop yang 1 ke workshop berikutnya. Pada workshop pertama  yang dibagi dalam 6 pertemuan per minggu bertujuan untuk memberikan dasar java game programming (mulai pengenalan variables sampai pada pengenalan treading programming) pada peserta, dan akan dilanjutkan ke workshop berikutnya dengan 3D programming.

Doa Murid

Latar Belakang :

Putra seorang ahli biologi Cile, Umberto Maturana, menjadi tidak bahagia di sekolah sebab ia merasa guru-gurunya membuat dia mustahil untuk belajar. Mereka ingin mengajarinya apa yang mereka ketahui, bukannya memberikan apa yang perlu dipelajarinya. Akibatnya, Maturana menulis “Doa Murid”, yang ditujukan kepada guru-gurunya, diterjemahkan dalam bentuk yang lebih ringkas. Tulisan ini mengungkapkan secara sempurna tanggapan individu yang cerdas secara spiritual terhadap tekanan orang tua, guru, bos, atau orang banyak.

Sumber : Diambil dari buku SQ (Spiritual Quotient); Danar Johar dan Ian Marshall; Mizan Media Utama; Edisi V; Maret 2002.

Contoh Implementasi Penerapan Jaringan Komputasi

Bagi sebuah software house, walaupun product based, pengetahuan tentang jaringan komputer tetap dibutuhkan. Paling tidak harus bisa berkontribusi saat Klien meminta rekomendasi disain jaringan komputer yang sesuai bagi kebutuhan organisasinya secara konseptual. Berikut ini adalah sekilas tentang pengetahuan jaringan komputer yang dibutuhkan beserta contoh penerapannya di National Hospital (NH) untuk departemen radiologi.

Powered by WordPress | Designed by: diet | Thanks to lasik, online colleges and seo
Skip to toolbar