7 Tingkatan Proses Kepribadian Manusia – Abdul Fattah Rashid Hamid, Ph.D

Abdul Fattah Rashid Hamid, Ph.D, seorang psikolog Muslim menyebutkan bahwa perjalanan setiap individu dalam menuju kesempurnaan kepribadian akan melewati tingkatan kepribadian sebagai berikut:   Kepribadian tingkat 1 : An-Nafs al-Ammarah …   Pada tingkat ini manusia condong pada hasrat dan kenikmatan dunia. Minatnya tertuju pada pemeliharaan tubuh, kenikmatan selera-selera jasmani dan pemanjaan ego. Di tingkat ini iri, serakah, sombong, nafsu [ baca lebih ]

Full Story

Dialog tentang Tuhan dari seorang murid dan seorang profesor. (Sudah diterjemahkan, perlu dibaca)

TAKE TIME TO READ. It’s worth reading it. Trust me Membutuhkan waktu untuk membacanya, apa lagi sebelumnya dalam bahasa inggris. Tapi sudah saya terjemahkan untuk mempermudah. Tidak akan sia-sia anda membacanya sampai baris terakhir. Anda hanya perlu modal percaya dengan saya. Dialog ini mengajarkan tentang itu   Professor : You are a religious person aren’t you, son ? Kamu seorang [ baca lebih ]

Full Story

Diganjil Pertama Dasa Ketiga

hitung belasan jam tuk jadi ganjil pertama dasa ketiga. masih belum diriku tuk nikmati jelaga. makin buat tak henti malam ini terjaga. dan kemana janji percaya hilang tinggal curiga. sesakkan nafas lelahkan raga. hari dimana tak seharusnya aku merasa kehilangan dermaga. wahai Yang Tak Hingga. lelah bersimpuh sudah tak mampu menduga. berkeringat dingin berusaha seimbangkan surga. tak berani berucap harga. [ baca lebih ]

Full Story

Perahu Raksasa

perahu raksasa bergerak roda gigi kausa bertaut, dikayuh sejumlah laksa anak-anak dewasa-dewasa perahu raksasa tempat manusia mengolah asa menguji kekuatan daksa saling melempar ragam aksara berubah bahasa perahu raksasa dengan manusia ragam kuasa saling memaksa dipaksa menentukan arah laju menuju SANG ESA perahu raksasa berputar tak sadar merugi masa mengisi perjalanan nyanyian nelangsa tak perlu moksa perahu raksasa disana sebagian [ baca lebih ]

Full Story

Menyulam Nalam Malam

Hai Nak, hampir tengah malam. Dan Ayah belum katam, melihat senyum wajah tenangmu terus bersalam, meski terpejam Hai Nak, hampir tengah malam. Dan Ayah makin tenggelam, mengolah kalam. diiring detakmu dan detakku menari didalam. Hingga tak terasa Ayahmu melewati tengah malam, berdoa diamini semesta alam. Sabar yang luas, jelang fajar bak nilam. Mataku membasah seperti kolam, ketika mengembang pipi pualam [ baca lebih ]

Full Story

Titik Hitam Dedemit

hidup di dalam lingkaran cerita untuk berkelit sehingga mungkin kamu tak tahu lagi mana yang valid kemudian suatu saat hanya bisa menangisi tubuh yang terbelit kemudian suatu saat kau bersandiwara seolah satu-satunya wasit ketika seluruh sel kau perintahkan sakit maka yang mengobatipun dianggap pemberi rasa pahit maka yang berbisik mengikuti permainan pun dianggap diktator sengit semua orang dianggap penyebab tangis [ baca lebih ]

Full Story