LUSTRUM Ke-6 STIKOM Surabaya
Hari ini 30 April 2013 merupakan hari terakhir di bulan April, tetapi bukan berarti hari terakhir bagi STIKOM Surabaya. Hari ini tepat 30 tahun STIKOM Surabaya hadir untuk masyarakat Surabaya, Jawa Timur, Indonesia, dan semoga Internasional
. 30 tahun tentu bukan usia yang masih anak-anak, tetapi sudah cukup dewasa. Semoga dengan usia yang sudah dewasa, mahasiswa, karyawan, dosen, pimpinan, dan yayasan dapat semakin dewasa dalam berpikir dan bertindak, SELAMAT ULANG TAHUN
. Beberapa foto …
Pertolongan Pertama Pada Alay Akut (P3AA)
Untuk yang suka 4l4y, mungkin coklat ini bisa jadi “obat penawar”
. Saya dapatkan dia saat “pulang” ke Jogjakarta setahun silam. Tertarik menjamahnya saat melihat body-nya yang sexy dengan kilau permukaan kuning-putih-nya. Mengkonsumsinya dalam takaran yang tepat ternyata bisa mengobati kelebay-an tingkat dewa-dewi, norak berkepanjangan tanpa henti, muka setebal baja, putus urat malu semalu-malunya. Memang menggemaskan
BeYODe
Menggunakan Perangkat Sendiri Untuk Bekerja
Erwin Sutomo | STIKOM Surabaya | sutomo@stikom.edu | blog.stikom.edu/erwin
Beberapa waktu lalu saat menyelesaikan beberapa kegiatan di Yogyakarta, saya sempatkan mengakses pekerjaan di kantor melalui gadget yang saya gunakan. Ada perasaan nyaman dan praktis yang saya rasakan, bisa akses kantor dari manapun pikir saya saat itu. Ternyata telah banyak orang melakukan hal yang sama dengan saya, tidak terkecuali mahasiswa yang mengakses “kampus” dari perangkat bergerak mereka. Saya dan orang lain yang mengakses workplace masing-masing (buat saya pribadi) menjadi sebuah tren bergesernya perilaku bahkan mungkin sudah menjadi gaya hidup untuk bisa bekerja dimanapun.
Sapi dan Kehormatan Lelaki
Sebuah artikel menarik, yang barangkali terkait dengan ego seorang laki-laki
, tapi kalo yang ini sebenarnya terkait tradisi. Hanya karena sapi, seorang laki-laki rela “berpisah” dengan istrinya
. Selengkapnya bisa dibaca artikel berikut ini yang saya dapatkan dari Kompas.
Di kandang-kandang yang terasing, sapi-sapi istimewa dipelihara secara istimewa pula. Mereka dilayani dan dijaga laksana raja. Ketika waktunya tiba, sapi-sapi itu disembelih demi mengangkat kehormatan laki-laki di mata istri.
















