RSS
 

Posts Tagged ‘http://www.facebook.com/bahruddin’

Media Cetak dan Generasi Milenial

20 Jan

Foto: Majalah HAI

 

Ini adalah cover majalah HAI edisi cetak terakhir, Juni 2017. Meski tak mau disebut gulung tikar, karena HAI sesekali mengemas dengan versi online dan aktivitas lainnya di waktu-waktu tertentu, HAI mau ga mau harus terus mengikuti perkembangan anak muda.

HAI juga ga mau dianggap tua sekalipun usianya sudah 40 tahun. Ya iyalah, namanya juga majalah anak muda hehe..

HAI adalah majalah remaja laki-laki tanggung, brondong. Waktu muda, saya termasuk ikut merasakan bagaimana gaharnya majalah ini.

Kesimpulan saya saat itu, HAI mampu merepresentasikan anak muda kreatif. Bukan sekedar majalah anak muda yang gemar mengumbar model dan cover majalah yang show ke sana kemari, seperti majalah anak muda sejenis. Majalah HAI selalu menampilkan sudut pandang musik, kritik film, hingga memberi ruang pembaca untuk menulis.

Hampir tiap bulan saya melanggan. Saya harus mengumpulkan uang dengan bekerja keras saat pulang sekolah (SMA). Selain saya harus melanggankan majalah Aneka buat adik keponakan saya yang perempuan.

Majalah Aneka adalah majalah remaja paling laris di zamannya. Yeah.. enak banget adik saya itu….

Selain dua majalah itu, di rumah juga berlangganan majalah Aula, majalahnya orang NU yang dilanggan kakak keempat saya. Sementara Jawa Pos dilanggan sama kakak kedua saya. Saudara saya total 7 orang (termasuk saya). Eh, aslinya 11 orang ding, yang meninggal 4 orang. Uih.. banyak banget hehe..

Eh, satu lagi, saya tak pernah absen buat pinjam majalah MPA, punya tetangga yang sekaligus salah satu guru ngaji kitab kuno saya. Beliau menjadi guru PNS bidang agama. Dan selalu dapat gratisan majalah MPA dari depag.

Anyway, sekalipun keluarga saya, secara ekonomi pas-pasan tapi saya bersyukur setiap hari bisa melahap berbagai jenis media cetak. Bahkan selalu habis saya baca. Beda dengan sekarang, satu majalah saja kadang ga habis saya baca dalam 2 bulan. Parah..:)

Banyak pengamat memprediksi bahwa tak lama lagi media cetak akan bertumbangan. Sudah banyak contohnya yang lebih dulu berguguran.

Kalaupun ada yang masih merasakan nikmat aroma kertas, dijamin itu generasi zaman old. Sementara generasi kids zaman now sudah melintasi jagad maya, berselancar untuk mencari informasi bahkan menjadi content media online ke berbagai negara dengan mudah.

Prediksi Marshall McLuhan tentang global village telah menemui kesempurnaannya. Konsep borderless world sudah kita nikmati saat ini, minimal dimulai sejak akhir tahun 90-an. Gerak generasi milenial melesat tanpa bisa dibatasi.

Lalu bagaimana nasib kertas? Saat ini sejumlah pabrik kertas sudah mengalami kebangkrutan. Sementara yang sadar disrupsi segera mengimprovisasi produknya ke level kertas yang digunakan pada bidang-bidang desain dan iklan.

Tapi saya yakin, perusahaan-perusahaan ini akan mengalami penyesuaian-penyesuaian sesuai dengan karakter online dan karakter generasi millenial. Dan pada akhiranya bertumbangan. Minimal untuk kebutuhan media massa cetaknya. Sampai kapan? Kita nikmati saja proses ini..

 
1 Comment

Posted in Media

 

Dua Mahasiswa DKV Ukir Prestasi di Unsoed

18 Oct

 

foto: bahruddin

 

Dua mahasiswa S1 Desain Komunikasi Visual (DKV) STMIK STIKOM Surabaya, Ekky Fardhy Satria Nugraha dan Rasyuqa Asyira Hafiidh telah mengukir prestasi di Universitas Negeri Jenderal Soedirman (Unsoed), Poerwokerto, Jawa Tengah. Keduanya berhasil mempertahankan hasil penelitian dan gagasan tertulisnya di acara Seminar Nasional dan Call for Paper 26-27 September 2012. Seminar yang diikuti oleh 82 pemakalah dari berbagai peruguruan tinggi se-Indonesia itu mengambil tema “Menggagas Pencitraan Berbasis Kearifan Lokal”. Read the rest of this entry »

 
 
 
Skip to toolbar