RSS
 

TUGAS PENGGANTI UAS METODOLOGI PENELITIAN

08 Jun

BUATLAH PROPOSAL PENELITIAN DENGAN METODE PENELITIAN KUALITATIF!

 

Ketentuan:

  1. Tugas dikerjakan secara kelompok (maks: 3 orang)
  2.  Tema penelitian yang diangkat adalah fenomena film: AADC 2, Captain America: Civil War, Tagline Iklan Rokok Membunuhmu
  3. Proposal diketik rapi di atas kertas A4 spasi 2 time new roman
  4. Panjang proposal minimal 6 halaman dan maksimal 10 halaman
  5. Proposal terdiri dari Judul, Pendahuluan (berisi latar belakang, rumusan masalah, tujuan, dan manfaat), Tinjauan Pustaka (berisi teori-teori yang mendukung penelitian), Metodologi Penelitian (berisi jenis penelitian, lokasi penelitian (jika ada), Teknik Pengumpulan Data (observasi, wawancara: siapa/kategori informan yang akan diwawancarai, studi literatur, brainstorming, atau FGD), Teknik Analisis Data, Daftar Pustaka (menggunakan urutan EYD: NATAJUKOBIT)
  6. Judul proposal harus mencerminkan sebagai penelitian kualitatif
  7. Proposal dikumpulkan terakhir hari Selasa, 21 Juni 2016 pukul 12.00 di Lt. 7 Ruang Dosen DKV
  8. Proposal distapler biasa (tidak dijilid)

 

Catatan:

*POIN 5

  • Wawancara à harus jelas siapa atau kategori apa serta berapa jumlahnya narasumber/informan yang akan diwawancarai secara mendalam.
  • Jika sudah memilih brainstorming, maka tidak usah menggunakan FGD. Sebaliknya, jika memilih FGD, tidak usah menggunakan brainstorming. Dalam FGD atau brainstorming harus jelas kategori-kategori narasumber/informan seperti apa serta berapa jumlah yang akan dikumpulkan untuk diajak FGD atau brainstorming.

 

 

 
No Comments

Posted in KULIAH

 

TUGAS PENGGANTI UAS SOSIOLOGI KOMUNIKASI

08 Jun

TUGAS PENGGANTI UAS

BUATLAH FILM PENDEK DENGAN DURASI MAX 10 MENIT

Ketentuan:
Tiap kelompok terdiri dari maksimal 6 orang.
Tema yang diangkat adalah kritik media, kritik iklan, kritik sosial, kritik politik, kritik kapitalisme, atau kritik teknologi.
Film tidak boleh mengandung unsur SARA
Film harus di-upload di Youtube dengan hastag #dkvstikomsurabaya
Link film harus di-upload di media sosial (pilih salah satu)
Fb tag: muhammad bahruddin, #dkvstikomsurabaya
Twiter  tag: @bahroedient , #dkvstikomsurabaya
instagram  tag: @muhammad_bahruddin, #dkvstikomsurabaya
Link film juga dikirim ke blog.stikom.edu/bahruddin
Deadline: Selasa, 21 Juni 2016 pukul 23.59
Hasil karya film dipresentasikan pada Rabu, 22 Juni 2016 pukul 09.00 di Movie Room Perpustakaan Stikom Surabaya

 
5 Comments

Posted in KULIAH

 

Eksotisme Destinasi Halal Gili Trawangan

11 Jan

Gili Trawangan (http://disbudpar.ntbprov.go.id)

 

Pagi itu (19/12), gerimis di Pelabuhan Mentigi cukup rapat. Awan putih di langit hampir merata. Beberapa pedagang menawarkan jas hujan dan payung. Sebagian  yang lain menawarkan tas plastik guna melindungi barang bawaan para wisatawan. Sementara sejumlah nakhoda perahu motor cepat (speed boat) segera menginstruksikan para wisatawan agar menaiki perahu. Hujan semakin lebat. Tapi tak sidikit pun menyurutkan semangat para wisatawan untuk menuju Gili Trawangan. Sebuah pulu kecil yang terletak di sebelah utara Pulau Lombok. Jarak yang ditempuh dari Pelabuhan Mentigi ke Gili Trawangan hanya memakan waktu kurang lebih 10 menit.

Gili Terawangan menawarkan eksotisme wisata yang berbeda dengan yang lain, khususnya bagi wisatawan muslim. Tempat wisata ini menawarankan kenyamanan bagi wisatawan muslim, terutama dalam menyediakan makanan halal dan tempat ibadah. Latar belakang masyarakat pulau Lombok yang dihuni oleh mayoritas penduduk beragama Islam menjadikan bagian dari pulau Nusa Tenggara Barat ini  sebagai alternatif baru bagi wisatawan muslim. Laut yang membentang di antara Gili Meno dan Gili Air ini menjadikan Gili Trawangan sebagai destinasi favorit bagi wisatawan, baik nusantara maupun mancanegara.

“Saya lebih betah di sini daripada di tempat lain. Di sini saya mudah mencari masjid untuk salat dan tidak khawatir setiap kali saya mau makan,” kata Nurhesti Esa Dwirini (38), Kepala Bagian Kemahasiswaan Institut Bisnis Stikom Surabaya yang mengisi liburannya bersama teman-teman kantornya.

Perempuan berjilbab ini mengaku baru pertama kali berkunjung ke Pulau Lombok. Dalam perjalanan wisatanya, Gili Terawangan adalah tujuan ketiga setelah sebelumnya berkunjung ke Kampung Sade suku Sasak dan Tanjung Aan. Kekagumannya terhadap Gili Terawangan tampak dari ekspresi mukanya dan ucapan syukurnya atas keindahan yang dianugerakan Tuhan.

“Subhanallah, ini indah sekali! Mirip dengan Bali. Tapi saya lebih betah di sini,” ucapnya takjub.

Kekaguman Hesti, demikian perempuan itu akrab disapa, cukup beralasan karena selain di area wisata, di tempat-tempat penginapan seperti hotel juga disediakan tempat ibadah dengan kondisi ruangan yang representatif. Setiap kamar hotel juga dilengkapi penunjuk arah kiblat. Hal ini memudahkan para wisatawan muslim yang ingin melaksanakan salat.  Demikian pula, di tempat-tempat umum seperti di pasar, pusat-pusat perbelanjaan, atau pusat oleh-oleh, selalu dilengkapi tempat ibadah umat Islam yang nyaman, bersih, dan kondusif.

Suasana Pantai Gili Trawangan (champ-stikom)

Gili Trawangan adalah salah satu dari destinasi halal Lombok. Pulau kecil ini dianggap menawarkan panorama yang indah dan eksotis. Keindahannya dianggap melebihi dua gili (pulau kecil) lain yaitu Gili Meno dan Gili Air yang mengapit pulau tersebut.  Selain menebarkan pesona keindahan, Gili Trawangan juga terkenal bersih. Sepanjang pantai Gili Trawangan, tak terlihat kotoran atau sampah yang mengotori pasir putih sebagaimana yang sering dijumpai di tempat-tempat wisata pantai. Air laut yang tampak biru dan sebagian berwarna hijau seolah menegaskan bahwa kawasan ini sangat jernih dan bersih.

Di pulau seluas enam kilometer ini wisatawan sekaligus bisa menikmati keindahan Gili Meno dan Gili Air dengan mengendarai kapal motor yang banyak disewakan di sekitar pantai. Hanya memakan waktu kurang lebih 15 menit saja. Saat perjalanan menuju Gili Meno dan Gili Air, wisatawan sekaligus bisa menikmati keindahan laut seperti terumbu karang dan berbagai jenis biota laut melalui glass bottom  yang tersedia di kapal motor.  Bagi wisatawan yang lebih menyukai tantangan, bisa memilih snorkeling di permukaan air laut atau scuba diving (menyelam)  untuk mengeksplorasi keindahan laut sehingga bisa bersentuhan langsung dengan satwa laut.

“Kalau ombaknya bersahabat, wisatawan yang snorkeling semakin banyak,” kata salah seorang penjual kelapa pemuda, dekat pesisir pantai. Menurutnya, di Gili Trawangan hampir tidak pernah sepi, terutama wisatawan mancanegara. Kegiatan paling favorit bagi mereka adalah snorkeling dan scuba diving.

Glass Bottom dalam Perahu Motor (champ-stikom)

Di luar pantai, wisatawan bisa melihat keindahan Gili Trawangan secara utuh. Wisatawan bisa berkeliling pulau sejauh tiga kilometer dengan mengendarai sepeda atau naik cidomo (sejenis kereta kuda). Tarif sepeda yang disewakan sekitar 25 ribu rupiah per jam. Sedangkan cidomo berada pada kisaran 125 ribu untuk tiga orang. Dengan menggunakan alat transportasi tersebut, wisatawan bisa mengeksplorasi keindahan Gili Trawangan sepuasnya. Total waktu yang ditempuh untuk berkeliling di pulau ini kurang lebih 45 menit.

“Tak ada kendaraan bermotor di kawasan ini sehingga dijamin bebas polusi,” kata pemandu wisata Muhammad Zulkarnain, berpromosi.  Menurut Zul, demikian dia biasa disapa, udara yang dihirup di Gili Trawangan ini relatif bersih karena tidak tercemar oleh kendaraan bermotor. Wisatawan yang mengayuh sepeda, tidak hanya mendapatkan sisi lain keindahan Gili Trawangan tapi juga dapat menghirup udara segar. Apalagi segala kebutuhan wisatawan di kawasan pantai cukup lengkap.  Ada café, bar, hotel, restoran, mini market, dan tentu saja masjid, semua tersedia secara memadai di sekitar pantai.

Cidomo (i made asdiana-travel.kompas.com)

Keseriusan pemerintah propinsi Nusa Tenggara Barat untuk menjadikan Lombok sebagai destinasi halal ini tak pelak menuai hasil yang menggembirakan. Pada 20 Oktober 2015 lalu, Pulau Lombok berhasil menyebet penghargaan sebagai destinasi halal tingkat dunia yang digelar di Uni Emirat Arab dalam program The World’s Halal Travel Awards. Pulau seribu masjid ini memenangkan  penghargaan World’s Best Halal Tourism Destination dan World’s Best Honeymoon Destination.

Kenyamanan, kebersihan, dan keindahan Gili Trawangan ini tentu menjadi bekal Pulau Lombok untuk mempertahankan prestasinya, khususnya sebagai destinasi halal. Pencanangan branding Pesona Lombok Sumbawa yang di-launching di Balairung Soesilo Soedarman, Gedung Sapta Pesona Jakarta, kantor Kementerian Pariwisata, Senin 14 Desember 2015 lalu diharapkan tidak hanya sebagai bentuk euforia dan kepuasan sesaat saja tetapi menjadi bagian dari keseriusan pemerintah dalam menggarap pulau Lombok sebagai destinasi Halal. Tentu keberhasilan ini menjadi modal besar untuk mendukung country branding pariwisata nasional Pesona Indonesia dan Wonder Indonesia (bah).

 
 
Page 2 of 3212345...102030...Last »
 
Skip to toolbar