RSS
 

Dosen Jaman Now

16 Jan

Foto: dokumentasi pribadi

Belakangan banyak beredar keluhan sejumlah dosen yang merasa tidak di-wong-ke sama mahasiswanya. Mulai cara bertanya, janjian, layaknya menghadapi teman sendiri. Khususnya dalam penggunaan media komunikasi WA atau Line.

Nah, kalau ditelisik lebih jauh sebenarnya
persoalan ini karena faktor usia yg cukup jauh antara dosen dengan mahasiswa. Persoalan ini menjadi rumit ketika komunikasi yang dilakukan menggunakan teknologi, seperti WA dan Line. Perbedaan usia memang menimbulkan perbedaan komunikasi yang signifikan. Jadi wajar jika terjadi misskomunikasi antar keduanya. Meski begitu, kita juga tak bisa menyalahkan sepenuhnya para mahasiswa. Apalagi jika yang mengeluh adalah generasi dosen jaman now. Nah, kalau dosen generasi ini memang lain lagi persoalannya.

Sedikit saya ulas tentang generasi jaman now. Generasi ini kerap juga disebut sebagai generasi milenial. Sebuah generasi yang dibesarkan oleh teknologi dan seperangkat gadget super canggih. Nyaris setiap aktivitas tak lepas dari gadget. Sejumlah penelitian menyebut generasi ini lahir setelah tahun 1980, bahkan tak sedikit yang menyatakan 5 tahun sebelum 1980 pun (kelahiran 1975) masih termasuk generasi jaman now.

Oke, kembali ke laptop. Kebiasaan dosen jaman now adalah selfie2 bersama mahasiswa, hangout bareng, ngupi2 di warung atau kafe, nongkrong rame-rame sehingga kadang lupa jika yang diajak ngobrol adalah mahasiswa. Nyaris tak ada bedanya antara dosen dan mahasiswa. Semua model komunikasi sang dosen persis dengan mahasiswanya. (Saya termasuk dosen model ini hihihi…)

Inilah yang membuat para mahasiswa juga lupa kalau yang diajak chating via WA atau Line adalah dosennya. Seseorang yang notabene sebagai orang yang pantas dihormati karena memberikan banyak ilmu selama kuliah. Misalnya, “Pak, ada di kampus nggak? Saya sudah otw nih..” tanya mahasiswa.
“Ya” jawab dosen singkat.
“Posisi?” balas mahasiswa lagi.
Dosen yang suka berkelakar akan jawab “Sedang nungging,” 😀

Waktu saya kuliah S1 komunikasi, jargon yang ditanamkan oleh jurusan dan fakultas adalah “Antara dosen dan mahasiawa tak boleh ada jarak tapi harus ada batas”. Rupanya jargon itu sangat relevan untuk saat ini.

So, kalau masih ada dosen jaman now yang mengeluh karena mahasiswanya kurang ajar, ngelunjak, itu adalah konsekuensi dari apa yang kita lakukan. Atau bisa jadi karena kita sendiri yang tak mampu membedakan antara jarak dan batas.

Keep spirit and happy!!

 
 

Tags:

Leave a Reply

 

 
 
Skip to toolbar