RSS
 

Iklan Gojek, WOM, dan Keterkejutan Saya

22 Nov

Foto: style.tribunnews.com

Kurang lebih seminggu ini, iklan gojek di perempatan Kuningan Jakarta menjadi viral di media online, medsos, maupun grup-grup WA.

Dalam wacana yang berkembang, iklan ini melahirkan pro dan kontra. Sebagian ahli komunikasi dan desain menganggap iklan ini jauh dari prinsip iklan. Apa yang dikomunikasikan? Prinsip desain macam apa ini? Dan masih banyak lainnya.

Sementara sebagian yang lain, termasuk saya, justru menganggap iklan ini adalah brilliant ad!

Seminggu ini saya cukup sering memberi penjelasan di kolom komentar medsos; terutama facebook dan LinkedIn. Gara-gara hal itu, saya kebanjiran permintaan pertemanan di LinkedIn. Tak sedikit yg mengucap terimakasih atas penjelasan saya.

Di medsos, saya selalu menjelaskan bahwa iklan ini bergerak di luar mainstream. Gojek tidak memaksa orang untuk membaca. Medium is the message. Media adalah pesan itu sendiri. Demikian kata McLuhan. .

Iklan ini dipasang di areal kemacetan: perempatan Kuningan Jakarta. Bagi sebagian orang yang sempat baca, dia mendapat hiburan di tengah suntuk kemacetan yang sangat. Apalagi copywritenya sangat menggelitik. Org bilang, ini iklan atau novel?

Sedangkan sebagian org yg tak sempat baca, dia akan kepikiran: ini iklan apa? Kemudian menjadi bahan diskusi baik off maupun online. .

Sederhananya, sebagian besar yg mengkonsumsi adalah orang awam, bukan desainer. Apalagi di Jakarta, org sudah bosan dijejali iklan dg berbagai macam model dan rumit. Itulah yg ditangkap Gojek. Masyarakat jakarta butuh yg sederhana untuk dicerna, dan beda. Apalagi saat pulang kerja. Membuat iklan tak sekedar butuh kemampuan desain, tapi kemampuan menggali insight yang mendalam sehingga melahirkan ide dan konsep yang brilian.

Dan Berhasil! Gojek telah menciptakan diskusi publik di masyarakat. Publik telah membicarakan iklan gojek di mana-mana. Inilah yg dalam marketing communication disebut efek WOM (Word of Mouth). Iklan ini menjadi viral sekaligus wacana publik. Secara tidak sadar, brand gojek menancap di pikiran publik. Ketika banyak brand/iklan susah payah meraih WOM, Gojek berhasil meraih ekspektasinya.

Yang mengejutkan, siang tadi, komen saya di-like dan dikomentari oleh seseorang yg sangat aku kenal. Dia bilang: “Konsep ini yang mengerjakan adalah salah satu anak bapak di MM (Multimedia Stikom Surabaya, pen)”.
.
Whatttt????

 
No Comments

Posted in IMC

 

Leave a Reply

 

 
 
Skip to toolbar