RSS
 

Archive for January, 2016

Eksotisme Destinasi Halal Gili Trawangan

11 Jan

Gili Trawangan (http://disbudpar.ntbprov.go.id)

 

Pagi itu (19/12), gerimis di Pelabuhan Mentigi cukup rapat. Awan putih di langit hampir merata. Beberapa pedagang menawarkan jas hujan dan payung. Sebagian  yang lain menawarkan tas plastik guna melindungi barang bawaan para wisatawan. Sementara sejumlah nakhoda perahu motor cepat (speed boat) segera menginstruksikan para wisatawan agar menaiki perahu. Hujan semakin lebat. Tapi tak sidikit pun menyurutkan semangat para wisatawan untuk menuju Gili Trawangan. Sebuah pulu kecil yang terletak di sebelah utara Pulau Lombok. Jarak yang ditempuh dari Pelabuhan Mentigi ke Gili Trawangan hanya memakan waktu kurang lebih 10 menit.

Gili Terawangan menawarkan eksotisme wisata yang berbeda dengan yang lain, khususnya bagi wisatawan muslim. Tempat wisata ini menawarankan kenyamanan bagi wisatawan muslim, terutama dalam menyediakan makanan halal dan tempat ibadah. Latar belakang masyarakat pulau Lombok yang dihuni oleh mayoritas penduduk beragama Islam menjadikan bagian dari pulau Nusa Tenggara Barat ini  sebagai alternatif baru bagi wisatawan muslim. Laut yang membentang di antara Gili Meno dan Gili Air ini menjadikan Gili Trawangan sebagai destinasi favorit bagi wisatawan, baik nusantara maupun mancanegara.

“Saya lebih betah di sini daripada di tempat lain. Di sini saya mudah mencari masjid untuk salat dan tidak khawatir setiap kali saya mau makan,” kata Nurhesti Esa Dwirini (38), Kepala Bagian Kemahasiswaan Institut Bisnis Stikom Surabaya yang mengisi liburannya bersama teman-teman kantornya.

Perempuan berjilbab ini mengaku baru pertama kali berkunjung ke Pulau Lombok. Dalam perjalanan wisatanya, Gili Terawangan adalah tujuan ketiga setelah sebelumnya berkunjung ke Kampung Sade suku Sasak dan Tanjung Aan. Kekagumannya terhadap Gili Terawangan tampak dari ekspresi mukanya dan ucapan syukurnya atas keindahan yang dianugerakan Tuhan.

“Subhanallah, ini indah sekali! Mirip dengan Bali. Tapi saya lebih betah di sini,” ucapnya takjub.

Kekaguman Hesti, demikian perempuan itu akrab disapa, cukup beralasan karena selain di area wisata, di tempat-tempat penginapan seperti hotel juga disediakan tempat ibadah dengan kondisi ruangan yang representatif. Setiap kamar hotel juga dilengkapi penunjuk arah kiblat. Hal ini memudahkan para wisatawan muslim yang ingin melaksanakan salat.  Demikian pula, di tempat-tempat umum seperti di pasar, pusat-pusat perbelanjaan, atau pusat oleh-oleh, selalu dilengkapi tempat ibadah umat Islam yang nyaman, bersih, dan kondusif.

Suasana Pantai Gili Trawangan (champ-stikom)

Gili Trawangan adalah salah satu dari destinasi halal Lombok. Pulau kecil ini dianggap menawarkan panorama yang indah dan eksotis. Keindahannya dianggap melebihi dua gili (pulau kecil) lain yaitu Gili Meno dan Gili Air yang mengapit pulau tersebut.  Selain menebarkan pesona keindahan, Gili Trawangan juga terkenal bersih. Sepanjang pantai Gili Trawangan, tak terlihat kotoran atau sampah yang mengotori pasir putih sebagaimana yang sering dijumpai di tempat-tempat wisata pantai. Air laut yang tampak biru dan sebagian berwarna hijau seolah menegaskan bahwa kawasan ini sangat jernih dan bersih.

Di pulau seluas enam kilometer ini wisatawan sekaligus bisa menikmati keindahan Gili Meno dan Gili Air dengan mengendarai kapal motor yang banyak disewakan di sekitar pantai. Hanya memakan waktu kurang lebih 15 menit saja. Saat perjalanan menuju Gili Meno dan Gili Air, wisatawan sekaligus bisa menikmati keindahan laut seperti terumbu karang dan berbagai jenis biota laut melalui glass bottom  yang tersedia di kapal motor.  Bagi wisatawan yang lebih menyukai tantangan, bisa memilih snorkeling di permukaan air laut atau scuba diving (menyelam)  untuk mengeksplorasi keindahan laut sehingga bisa bersentuhan langsung dengan satwa laut.

“Kalau ombaknya bersahabat, wisatawan yang snorkeling semakin banyak,” kata salah seorang penjual kelapa pemuda, dekat pesisir pantai. Menurutnya, di Gili Trawangan hampir tidak pernah sepi, terutama wisatawan mancanegara. Kegiatan paling favorit bagi mereka adalah snorkeling dan scuba diving.

Glass Bottom dalam Perahu Motor (champ-stikom)

Di luar pantai, wisatawan bisa melihat keindahan Gili Trawangan secara utuh. Wisatawan bisa berkeliling pulau sejauh tiga kilometer dengan mengendarai sepeda atau naik cidomo (sejenis kereta kuda). Tarif sepeda yang disewakan sekitar 25 ribu rupiah per jam. Sedangkan cidomo berada pada kisaran 125 ribu untuk tiga orang. Dengan menggunakan alat transportasi tersebut, wisatawan bisa mengeksplorasi keindahan Gili Trawangan sepuasnya. Total waktu yang ditempuh untuk berkeliling di pulau ini kurang lebih 45 menit.

“Tak ada kendaraan bermotor di kawasan ini sehingga dijamin bebas polusi,” kata pemandu wisata Muhammad Zulkarnain, berpromosi.  Menurut Zul, demikian dia biasa disapa, udara yang dihirup di Gili Trawangan ini relatif bersih karena tidak tercemar oleh kendaraan bermotor. Wisatawan yang mengayuh sepeda, tidak hanya mendapatkan sisi lain keindahan Gili Trawangan tapi juga dapat menghirup udara segar. Apalagi segala kebutuhan wisatawan di kawasan pantai cukup lengkap.  Ada café, bar, hotel, restoran, mini market, dan tentu saja masjid, semua tersedia secara memadai di sekitar pantai.

Cidomo (i made asdiana-travel.kompas.com)

Keseriusan pemerintah propinsi Nusa Tenggara Barat untuk menjadikan Lombok sebagai destinasi halal ini tak pelak menuai hasil yang menggembirakan. Pada 20 Oktober 2015 lalu, Pulau Lombok berhasil menyebet penghargaan sebagai destinasi halal tingkat dunia yang digelar di Uni Emirat Arab dalam program The World’s Halal Travel Awards. Pulau seribu masjid ini memenangkan  penghargaan World’s Best Halal Tourism Destination dan World’s Best Honeymoon Destination.

Kenyamanan, kebersihan, dan keindahan Gili Trawangan ini tentu menjadi bekal Pulau Lombok untuk mempertahankan prestasinya, khususnya sebagai destinasi halal. Pencanangan branding Pesona Lombok Sumbawa yang di-launching di Balairung Soesilo Soedarman, Gedung Sapta Pesona Jakarta, kantor Kementerian Pariwisata, Senin 14 Desember 2015 lalu diharapkan tidak hanya sebagai bentuk euforia dan kepuasan sesaat saja tetapi menjadi bagian dari keseriusan pemerintah dalam menggarap pulau Lombok sebagai destinasi Halal. Tentu keberhasilan ini menjadi modal besar untuk mendukung country branding pariwisata nasional Pesona Indonesia dan Wonder Indonesia (bah).

 
 

Penantian Panjang

01 Jan

 

Bisa dibilang, usia pernikahanku relatif terlambat. Aku menikah di usia 31 tahun dan istriku berusia 26 tahun. Aku berpikir, keterlambatanku ini bisa aku tebus dengan cara memiliki anak dua atau tiga dalam waktu relatif cepat. Sebab jika tidak, usiaku semakin merangkak naik. Aku tak ingin, kelak anak-anakku melihat bapaknya seperti kakek-kakek.Tapi sayang usahaku berbeda dengan ketentuan Tuhan. Hampir satu tahun istriku belum juga hamil. Aku sudah berkali-kali ke sejumlah dokter, bidan, bahkan tukang pijat agar kami segera punya momongan.Tapi hasilnya nihil. Aku semakin cemas ketika mendapat informasi dari koran dan internet yang mengatakan bahwa pasangan yang belum dikaruniai momongan dalam waktu satu tahun sejak menikah, bisa dikatakan mandul.

Read the rest of this entry »

 
 
 
Skip to toolbar