Belajar dari Para Superbosss!!

Siapakah Superboss itu? Bagaimana mengenali para Superboss? Mereka adalah orang-orang yang mampu memfasilitasi inovasi-inovasi luar biasa, dengan cara menarik orang-orang-bagus dan mengembangkan potensinya ini melalui perusahaan mereka. Tiap-tiap industri memiliki superstarnya masing-masing, orang-orang yang sangat menonjol dan kuat pengaruhnya, seorang inovator. Sydney Finkelstein seorang profesor di bidang Manajemen dari Dartmouth secara khusus meneliti orang-orang Superboss ini. Ia melakukan riset selama sepuluh tahun, lebih dari dua ratus wawancara dan menuangkannya dalam buku berjudul “Superboss: How Exceptional Leaders Master the Flow of Talent.

Finkelstein menemukan bahwa superboss memiliki beberapa kesamaan sifat. Mereka cenderung sangat percaya diri, kompetitif dan imajinatif. Ada tiga tipe Superboss menurut Finkelstein yaitu :

  1. Glorious Bastards

Para Suberboss tipe ini hanya peduli pada satu hal yaitu Menang. Mereka sangat ambisius, tetapi mereka sadar bahwa untuk mendapatkan hasil terbaik mereka perlu mengembangkan orang-orang dan tim terbaik.

Contoh Superboss tipe ini adalah Larry Ellison, Michael Milken, Bonnie Fuller, Julian Robertson dan Jay Chiat.

  1. Nurturers

Para pelatih dan guru tipe ini yang paling mirip dengan mentor tradisional. Mereka sangat bangga dan sangat peduli dengan kesuksesan anak didiknya. Mereka membantu orang lain mencapai hasil atau prestasi terbaik.

Contoh tipe ini adalah Mary Kay Ash, Bill Walsh, Michael Miles, Norman Brinker dan Tommy Frist.

  1. Iconoclasts

Para eksekutif tipe ini biasanya bekerja di bidang kreatif, dimana ketulusan mereka dalam menekuni passion menginsipirasi anak didiknya.

Contohnya adalah Ralp Lauren, Alice Waters, George Lucas, John Stewart, Lorne Michaels dan Robert Noyce.

Superboss Cari Tiga Kualitas Ini

Superboss tidak mencari kandidat dengan keahlian yang membuat mereka memperoleh skor tertinggi dalam tes. Mereka menginginkan kandidat yang sangat spesial, bahkan tidak ada pikiran dalam benak mereka untuk menguji kemampuan kandidat.

Biasanya setelah berdiskusi tentang teknis, Larry Ellison akan memutuskan untuk merekrut seseorang berdasarkan penilaian dia bahwa orang itu “mengerti”. Nah apa saja yang dimaksud dengan “mengerti” itu?

  1. Kecerdasan Luar Biasa

Hampir semua superboss menekankan pentingnya memiliki orang-orang yang secerdas mungkin di sekeliling mereka. Mereka mencari orang-orang ini dengan teknik wawancara yang tidak biasa dan mengamati para kandidat dengan cermat.

  1. Kreativitas

Superboss mencari karyawan yang dapat menyelesaikan masalah dengan cara yang orisinal dan berbeda. Ketika mewawancarai kandidat, mereka akan mendengarkan dengan tekun dan berharap dapat belajar sesuatu yang baru.

  1. Fleksibilitas

Walaupun superboss seringkali merekrut para spesialis di bidangnya, mereka biasanya lebih tertarik pada orang-orang yang tidak hanya mampu mengerjakan satu hal saja.

Bila anda seorang pemimpin, mereka adalah role model yang perlu anda ikuti untuk mengembangkan tim yang hebat. Bila anda pemilik perusahaan, carilah pemimpin dengan tipe seperti ini sehingga menciptakan pipeline karyawan terbaik yang tidak ada habisnya. Bila anda adalah seorang investor, inilah orang-orang yang usahanya perlu anda lirik. Dan bila anda baru mengawali karir, carilah bos yang seperti ini, karena karir anda berpeluang berkembang secara dramatis.

Dikutip dari : Infokomputer, 2017

Lima Prinsip Kunci Kampanye Calon Kepala Daerah

Kampanye calon kepala daerah tidak bisa hanya didasarkan pada perhitungan politik, apalagi hanya money politics tapi ada konsep marketing yang harus benar-benar diperhatikan pada era demokrasi seperti saat ini. Istilah “political marketing” yang sudah banyak digunakan, sebenarnya harus diartikan sebagai marketing yang dilaksanakan di lanskap persaingan politik. Bukan sebaliknya, yaitu mempolitikkan marketing. Memang, ada banyak kesalahpahaman tentang dunia marketing.

Selama ini, banyak orang politik hanya menganggap marketing sebagai komunikasi, ikon, tagline, seragam atau menjual janji. Padahal, marketing atau pemasaran sesungguhnya bukanlah hal itu. Ada lima prinsip kunci marketing yang harus dipahami dan dipakai oleh seorang calon kepala daerah dalam melaksanakan strategi kampanye.

Prinsip 1 : Susun Visi Anda Berdasarkan Tren Perubahan

Karena anda sedang mengkampanyekan diri sebagai seorang pemimpin yang diharapkan bisa melakukan perubahan, bukan hanya seperti seorang manajer atau administrator yang dilakukan oleh PNS biasa. Itulah yang disebut sebagai Visionary Leader.

Prinsip 2 : Susun Misi Anda Berdasarkan Lanskap Persaingan

Ketahuilah siapa Pelanggan (Customer), Pesaing (Competitor) dan Diri Sendiri (Company) untuk melihat peta persaingan.

Prinsip 3 : Sebutkan Nilai-Nilai Anda Berdasarkan Karakter Yang Ada

PDB adalah Positioning – Differentiation – Brand yang merupakan kunci dari sebuah strategic Marketing.

  • Positioning adalah sebuah pernyataan bahkan juga merupakan sebuah janji dari pasangan anda.
  • Differentiation adalah pembeda dari pesaing yang sekaligus merupakan pendukung dari Positioning, tanpa Differentiation yang unik dan kuat maka Positioning tidak akan punya integritas karena itu tidak akan punya kredibilitas.
  • Branding adalah sebuah upaya simbolisasi pasangan dalam bentuk singkatan nama yang dilengkapi slogan atau tagline, yang nantinya akan jadi identitas sesuai dengan Positioning yang ditetapkan.

Prinsip 4 : Susun Program Kerja Anda Berdasarkan Aksi Nyata

Ada sembilan elemen pemasaran taktis yang bisa dibagi jadi tiga komponen, yaitu :

  • Customer Oriented yang terdiri dari Segmentation, Targeting dan Positioning.
  • Product Oriented yang terdiri dari Differentiation, Marketing Mix, Selling.
  • Brand Oriented yang terdiri dari Brand, Service, Process.

Prinsip 5 : Ciptakan WOW Untuk Mendapatkan Advokasi

Dahulu Legacy Marketing yang konvensional hanya berdasarkan 4A yaitu Aware, Attitude, Act dan Act Again. Namun kini pada zaman internet dan media sosial, New Wave Marketing sudah mengubah 4A menjadi 5A yaitu Aware, Appeal, Ask, Act dan Advocate. Pemiih yang sudah aware harus dibikin sangat tertarik atau appeal supaya mau bertanya atau ask baik secara langsung dan tidak langsung. Tidak ada yang bisa disembunyikan pada saat ini karena semuanya ada dan bisa dicari di internet. Elektabilitas terkait dengan kecenderungan pemilih untuk memilih atau vote (act), tapi yang juga sangat penting adalah Advocacy Level. Masukkan WOW faktor dalam kampanye anda supaya pemilih menjadi ter engage bukan hanya enjoy atau experience

Dikutip dari : Kertajaya, Hermawan. 2016, Marketeers.

Model WOW Leadership

Waktu memang menjadi hal yang mahal bagi para pemimpin, begitu juga yang dialami Retno Marsudi, Duta Besar Indonesia untuk Belanda sebelum ia diangkat menjadi Menteri Luar Negeri RI. Namun, kesibukannya tidak membuat Retno mengabaikan kesehatan fisiknya. Disela-sela aktivitasnya di dunia internasional Retno selalu berusaha meluangkan waktu untuk melakukan olahraga. Selain olahraga, Retno juga menjaga istirahat yang cukup, ia memahami benar pentingnya menjaga aspek fisik bagi seorang pemimpin. Tanpa FISIK yang prima, tugas-tugas berat seorang pemimpin tidak akan bisa dijalankan dengan optimal.

Saat lulus sebagai wisudawati termuda di Fisipol UGM, Retno telah mulai menunjukkan keistimewaannya secara INTELEKTUAL. Perjalanan kariernya bertahun-tahun kemudian semakin menegaskan bahwa ia bukan sekadar tokoh intelektual yang pandai menjawab soal ujian diatas kertas, namun juga piawai dalam memecahkan masalah-masalah praktis di lapangan. Srikandi satu ini berperan besar dalam perundingan yang menghasilkan keputusan diizinkannya maskapai penerbangan Indonesia terbang kembali di langit Uni Eropa dan Amerika Serikat. Diplomasi tingkat tinggi semacam ini tentu membutuhkan kreativitas dalam berdiplomasi.

Ada persepsi umum bahwa negosiasi adalah pekerjaan kaum laki-laki. Dunia dianggap serba rasional, apalagi jika kita berbicara tentang negosiasi antara dua negara, yang terbayang di dalam benak kita pastilah tawar-menawar yang didasari oleh logika. Namun, pengalaman Retno membantah hal ini. Retno sangat percaya pada kekuatan personal relationship di dalam negosiasi. Meskipun negosiasi terjadi antara dua negara, namun negosiatornya tetaplah seorang manusia. Sebelum melakukan negosiasi, persiapan-persiapan khusus akan dilakukannya yaitu mempelajari karakter dari mitra negosiasinya, data personal ia pelajari untuk memahami karakter mereka, tidak hanya itu ia juga berusaha menempatkan diri di posisi mitra negosiasi untuk memahami tawaran minimal yang akan mereka terima. Inilah contoh kemampuan EMOTIONALITY dari seorang WOW leader. Agar bisa menyebarkan pengaruh secara efektif kepada orang lain, seorang pemimpin harus bisa melakukan olah rasa, tidak sekadar olah rasio.

Selama ini persepsi di kalangan pemerintah bahwa bekerja sama dengan LSM itu sulit. Namun, pengalaman Retno membantah persepsi tersebut. Kemampuan untuk menjalin hubungan dengan pihak yang beragam (SOCIABILITY) adalah salah satu atribut kepemimpinan yang dibutuhkan oleh seorang WOW leader. Pemimpin semacam ini bisa mengatasi dua jebakan yang lazim dihadapi saat seseorang melakukan networking : jebakan kesamaan (similarity trap) dan jebakan kedekatan (proximity trap).

Pengalaman hidup yang penuh lika – liku serta tanjakan dalam mencapai tujuan menjadikan Retno terbiasa dengan situasi sulit. Sebagai seorang pemimpin, ia tidak mudah patah arang dan mundur ke belakang saat menghadapi tantangan. Kemampuan memotivasi diri sendiri (SELF – MOTIVATION) memang merupakan salah satu atribut kepemimpinan yang harus dimiliki seorang leader.

Rasa RESPONSIBILITY yang besar pula yang dapat menjadikan kariernya menanjak tajam, selain itu pemimpin juga mutlak memiliki INTEGRITY yaitu tidak boleh ada kesenjangan antara kata dan perbuatan.

 

 

Belajar dari Korea Selatan

Korea Selatan kini telah menjadi perhatian dunia dan menjelma menjadi satu dari lima belas negara dengan ekonomi terkuat di dunia, dilihat dari nominal GDPnya. Jika melihat Korea Selatan saat ini, sulit rasanya untuk percaya bahwa pada tahun 1970 an kehidupan di Seoul, Korea Selatan dan Pyongyang, Korea Utara sulit dibedakan. Sebagai negara agraris yang miskin dengan keterbatasan sumber daya alam, satu-satunya modal yang dapat digunakan untuk mengubah ekonomi dan masyarakat Korea Selatan adalah masyarakat Korea Selatan itu sendiri, dan mereka menyadari pentingnya peran pemerintah untuk mengoptimalkan potensi masyarakat di negaranya.

Korea Selatan mengawali perubahan besar ketika presiden pada saat itu Kim Dae Jung, melihat bahwa krisis Asia 1997 telah meluluhlantahkan Korea dan menyisakan sedikit modal yang dapat digunakan untuk memperbaiki keadaan. Melihat hal itu, Presiden Kim Dae Jung memutuskan untuk menjadikan Korea Selatan sebagai eksportir berkelas dunia untuk budaya mereka sendiri yang disebut “Hallyu”. Rencana presiden saat itu terdengar aneh, tetapi siapa sangka hampir dua dekade kemudian Korea Selatan telah berhasil mewujudkan hal tersebut. Saat ini Hallyu telah menghasilkan miliaran US Dollar bagi Korea Selatan.

Dengan hallyu, yang saat ini lebih dikenal dengan istilah Korean Wave, Korea Selatan telah menjelma menjadi negara dengan industri populer (industri pop) yang mendunia. Korean Wave terus tersebar sehingga menjadikan negara ini semakin dikenal dunia. Budaya, pakaian, makanan dan apa saja tentang Korea Selatan cepat sekali menjadi tren yang sangat digemari dunia, termasuk Indonesia. Tak hanya sampai situ, ambisi pemerintah Korea Selatan untuk menjadi negara eksportir Hallyu bagi seluruh dunia juga terlihat dari komitmen pemerintah yang mengalokasikan  APBNnya sebesar 1% untuk subsidi dan pinjaman dengan bunga rendah kepada sektor industri pop di negeri tersebut.

Mendapat dukungan dari pemerintah, dunia bisnis Korea khususnya industri pop Korea mulai bergeliat dan terus tumbuh. Tiga besar perusahaan agensi disana SM, YG dan JYP berperan penting  dalam mengekspor artis-artis Korea Selatan ke berbagai negara. Perusahaan-perusahaan agensi di Korea Selatan biasanya menggunakan Youtube untuk memperkenalkan musik baru dan artis-artis mereka.

Industri pop telah mengubah mental masyarakat di Korea Selatan. Saat ini mimpi terbesar masyarakat negeri itu adalah menjadi artis dan bagian dari industri pop yang terus berkembang dan menjanjikan kehidupan yang lebih baik, tetapi tentu saja hal itu tidaklah mudah. Persaingan yang keras menuntut perusahaan agensi menetapkan standar yang sangat tinggi bagi artisnya. Sifat kompetitif, disiplin tinggi, kerja keras dan pantang menyerah merupakan syarat yang harus dimiliki oleh pelaku di dunia pop Korea, dan tanpa disadari hal tersebut telah menjadi nilai dan dianut oleh masyarakat Korea Selatan.

 

DICARI (SELALU) CEO YANG MEMBUMI

Survei yang digelar SWA bekerja sama dengan Ipsos dan Dunamis Intermaster untuk memilih The Best CEO bertujuan untuk mengungkapkan best practice para pemimpin bisnis terbaik, agar perusahaan di negeri ini bisa saling belajar bagaimana mempersiapkan pemimpin bisnis di masa depan. Pada tahap awal CEO diseleksi berdasarkan kinerja perusahaan yang mereka pimpin selama beberapa tahun terakhir. Selanjutnya, penilaian bukan berdasarkan popularitas para CEO tersebut di mata orang lain atau publik melainkan, penilaian yang dilakukan oleh para karyawan sang CEO sendiri. Dasar pemikirannya, setenar apapun mereka di mata publik, tugas sesungguhnya seorang CEO adalah berjuang bersama karyawannya untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan bersama.  Para karyawanlah yang sehari-hari menjadi mitra sang CEO untuk meraih mimpinya. Karena itu, penilaian karyawan menjadi sentral untuk mengukur sejauh mana kualitas seorang pemimpin.

Untuk mencari sekaligus menemukan pemimpin yang ideal di mata karyawannya, survei ini mengungkap empat peran kepemimpinan di mata para karyawan yang berada di lapisan satu dan dua dibawah sang CEO yang disurvei. Keempat peran kepemimpinan tersebut adalah

  1. Peran pemimpin sebagai perintis (pioneer).
  2. Peran pemimpin sebagai penyelaras (alignment) atas seluruh kekuatan dan sumber daya yang ada di dalam organisasi.
  3. Peran pemimpin sebagai pemberdaya (empowerment).
  4. Peran pemimpin sebagai panutan (role model) karyawannya.

Indikator lain untuk menilai fungsi kepemimpinan dalam survei ini adalah kepercayaan (trust) dan eksekusi (execution).

Indikator kepercayaan mencakup : kemampuan seorang pemimpin menciptakan transparansi dalam lingkungan kerja, memegang teguh akuntabilitas diri sendiri atau anggota tim, mau mendengarkan lebih dulu sebelum mengambil keputusan, memberikan kepercayaan kepada orang lain.

Indikator eksekusi mencakup : kemampuan sang pemimpin menciptakan sistem dan proses yang membantu anggota tim dalam menyelesaikan pekerjaannya dengan lebih baik, secara jelas mendefinisikan tujuan yang sangat penting dan menetapkan pengukurannya untuk memantau perkembangannya, bertemu secara teratur untuk mendiskusikan kemajuan dari tujuan yang sangat penting, memberikan pengakuan dan penghargaan kepada anggota tim yang berprestasi.

Selain itu, masih ditambah satu indikator lagi, yakni komitmen karyawan. Asumsinya, kepemimpinan seorang CEO juga berpengaruh pada komitmen karyawan terhadap perusahaan dan pekerjaannya.

Survei ini memang menekankan kemampuan CEO untuk mengeksekusi strategi dengan dukungan para karyawannya. Terdengar sederhana, memang. Namun tidak demikian praktiknya. Pasalnya, jauh lebih mudah menemukan para pemimpin yang jago mengumandangkan visi dahsyat tapi loyo di tingkat eksekusi, ketimbang menjumpai pemimpin bersahaja tetapi berkinerja prima. Apalagi di era digital saat ini, betapa mudahnya para pemimpin mencari referensi visi hebat dan supercanggih yang dilontarkan orang besar dari seantero jagat. Hanya dibutuhkan waktu beberapa menit di depan laptop, tab atau bahkan poonsel untuk melahap beragam pemikiran baru di bidang kepemimpinan beserta visi besarnya.

Survei ini berusaha mencari sekaligus menemukan para CEO “membumi” : para nahkoda bisnis yang betul-betul fokus membereskan segala urusan di bumi bukan sekadar fasih berbicara tentang visi bisnis yang muluk dengan bahasa langit. Urusan di bumi itu antara lain, menyusun strategi bisnis yang hebat sekaligus piawai mengeksekusinya sehingga memberikan maslahat sebesar-besarnya bagi seluruh pemangku kepentingan perusahaan; pemegang saham, karyawan, pelanggan, pemasok, pemerintah dan masyarakat luas.

 

Dikutip dari : Djatmiko, SWA/XXXII/2016

Trojan Horse

Bernama lengkap Trojan Horse atau Kuda Troya, merupakan program berbahaya yang tidak mampu menyebar secara otomatis melainkan membutuhkan campur tangan pengguna agar bisa menyebar. Trojan dirancang untuk memungkinkan penjahat cyber mengakses komputer sasaran secara remote tanpa diketahui penggunanya. Trojan bisa mendekam dalam komputer korbannya via proses unduh (download) situs web yang telah dibobol oleh penyusup via online game atau aplikasi lain yang berasal dari internet.

Saat terpasang, Trojan bisa melakukan banyak hal antara lain menghapus data, memblokir data, memodifikasi data atau menyalin data ke tempat lain tanpa sepengetahuan pengguna.

Trojan Horse berasal dari legenda Yunani saat sekelompok kecil pasukan Yunani bersembunyi dalam sebuah patung kuda besar. Pasukan Yunani meninggalkan patung kuda ini di dekat kota Troya yang dikepungnya. Penduduk kota Troya yang mengira pasukan Yunani mundur kemudian membawa patung kuda ini ke dalam kota dan berpesta pora sampai mabuk merayakan “kemenangannya”. Saat penduduk kota terkapar karena mabuk, pasukan kecil Yunani keluar dari dalam patung, membuka gerbang kota dan memungkinkan pasukan Yunani yang berjumlah lebih besar masuk dan menghancurkan kota.

Cloud Computing

Dikenal juga sebagai komputasi berdasarkan permintaan (on – demand computing), komputasi awan (cloud computing) merupakan aktivitas komputasi berbasis internet. Artinya proses komputasi (mencakup pengolahan data serta penyimpanan data), sumber daya komputasi dan infrastruktur penunjangnya berada di internet. Pengguna tinggal membayar dan melakukan koneksi ke penyedia komputasi awan untuk menikmati layanan komputasi yang diinginkan. Mengapa dipakai istilah “awan”? Dalam diagram jaringan komputer, para insinyur biasanya menggunakan gambar ilustrasi awan untuk mendeskripsikan sebuah jaringan besar yang tidak diketahui susunan topologinya, infrastrukturnya, serta komponen-komponen di dalamnya. Pendeknya, gambar awan dipakai untuk memudahkan penggambaran akan jaringan lain yang besar di luar jaringan perusahaan, yang tidak perlu dijelaskan secara rinci. Ilustrasi awan bisa merujuk kepada internet, wide area network (WAN) atau metropolitan area network (MAN).

 

 

Dikutip dari : Infokomputer, 2016