Teknologi Penyebab Angka Pengangguran Tinggi???



Filed under : Technology

Implementasi teknologi selalu menciptakan efisiensi, karena itu muncul tudingan, teknologi akan membuat pengangguran menjadi lebih tinggi. Benarkah?

Mendorong Persaingan

Revolusi industri pertama ditandai dengan munculnya mesin uap pada awal abad ke 19. Saat itu di Inggris banyak industri tekstil yang dibuat dengan menggunakan tenaga manusia. Pada saat perusahaan beralih menggunakan mesin uap untuk mesin tenunnya, produktifitas langsung meningkat dan harga kain turun drastis. Akibatnya perusahaan tekstil yang masih menggunakan tenaga manusia banyak yang tutup dan tidak dapat bersaing lagi. Pengangguran di Inggris meningkat pesat saat itu.

Revolusi industri kedua juga memiliki dampak yang mirip, meski dari segi lapangan pekerjaan tidak sebesar revolusi industri pertama. Revolusi industri kedua ditandai dengan ditemukannya motor listrik. Perusahaan mobil Ford, yang pada saat itu masih dipimpin oleh Henry Ford, mempunyai cita-cita bagaimana agar mobil buatannya dapat dijual ke petani dan rakyat banyak.

Revolusi industri ketiga dengan masuknya komputer dan mengubah industri menuju automation. Jumlah karyawan di perusahaan berkurang dan biaya produksi turun drastis dengan adanya microprosesor yang digunakan di dalam industri. Dan sekarang kita memasuki era revolusi industri keempat yang sering disebut sebagai industri 4.0. Era ini ditandai dengan proses industri yang menggunakan Internet of Things (IoT), ketika sensor dipasang di mesin-mesin, sehingga mesin bekerja sendiri tanpa campur tangan manusia. Proses dengan menggunakan IoT akan menghemat biaya yang cukup besar sehingga biaya produksi akan turun drastis.

Penggunaan Teknologi Akan Meningkatkan Pengangguran

Jika menelusuri sejak revolusi industri pertama, munculnya teknologi akan meningkatkan jumlah pengangguran, karena teknologi dapat mengerjakan suatu pekerjaan dengan sedikit orang dan produktivitas yang tinggi. Hal ini juga terlihat pada industri mobil, karena pada saat Ford menerapkan ban berjalan, mereka dapat menjual mobil dengan harga jauh dibawah rata-rata.

Namun jangan dilupakan efek setelah itu, dengan harga mobil yang terjangkau kelas menengah, pengguna mobil pada saat itu naik dengan cepat. Kenaikan jumlah pengendara mobil menyebabkan timbulnya pekerjaan baru, seperti tambal ban, pompa bensin, bengkel mobil dan lainnya. Semua pekerjaan baru ini membutuhkan banyak tenaga kerja baru.

Dalam konteks yang mirip, perkembangan TI juga menggeser banyak pekerjaan, tetapi pertumbuhan TI yang cukup pesat sekarang ini juga memunculkan lapangan pekerjaan baru, seperti content writer, multimedia developer, SEO expert, Social Media Specialist, dan banyak pekerjaan lain yang lima tahun lalu tidak ada.

Kesimpulan

Perkembangan teknologi akan menghilangkan beberapa pekerjaan, tetapi akan muncul pekerjaan-pekerjaan baru yang sebelumnya tidak ada. Jadi kalau dikatakan bahwa penggunaan teknologi akan meningkatkan angka pengangguran memang benar akan terjadi, tetapi disisi lain, perkembangan teknologi akan membuka peluang baru dengan nilai yang lebih baik tentunya.

Fenomena ini bisa kita lihat di toko online seperti Amazon, yang setiap harinya dapat melayani ribuan order dari pelanggan dengan menggunakan teknologi. Sekarang omzet Amazon mengalahkan Walmart. Alibaba dapat mencapai US$ 14 miliar dalam satu hari. Suatu pencapaian nilai penjualan yang sangat fantastis, yang tidak mungkin dapat dilakukan oleh toko besar sekalipun.

 

Dikutip dari : Sosrodjojo, I. Februari 2018. Infokomputer.

One Response to “Teknologi Penyebab Angka Pengangguran Tinggi???”

  1. Sekarang zamannya teknologi informasi dengan berbasis online

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a reply