10 Hal yang Patut Diperhatikan Startup Kecoak



Filed under : Startup

1. Free is Dying

Tidak peduliĀ apa yang bisnis anda buat, anda harus menjual barang dengan harga yang pantas pada pertama kali anda membangun bisnis tersebut. Jangan mempercayai isu bahwa jika produk tersebut diberikan secara gratis, banyak orang akan menggunakannya, dan seketika anda memiliki pengguna, anda berpikir dapat melakukan monetisasi di kemudian hari.

2. Bisnis adalah Untaian Eksperimen

Sebagai pendiri startup, tugas anda adalah bereksperimen. Albert Einstein tidak langsung menemukan teori relativitas pada hari pertama ia bereksperimen. Jadi, jangan berharap ide bisnis startup anda sudah sempurna pada hari pertama anda menemukan ide bisnis tersebut.

3. Peduli Setiap Pengguna

Banyak startup yang ternyata tidak begitu peduli dengan pengguna mereka, entah startup anda besar atau kecil, produk anda akan digunakan oleh pengguna yang merupakan orang lain. Jadi, sekecil apapun masukan dari pengguna anda, setidaknya anda membalas mereka dengan santun.

4. Jika Anda Seorang Teknisi, Belajarlah Menjadi Tenaga Penjual

Banyak teknisi yang merasa mereka dapat membuat sebuah solusi digital yang keren, sehingga jutaan orang akan menggunakannya. Ketahuilah, itu hanya mimpi belaka. Pada kenyataannya, seorang founder yang kebetulan berlatar belakang teknik sekalipun harus bisa meyakinkan orang untuk menggunakan dan membeli produk tersebut.

5. Jika Anda Bukan Pendiri yang Mengerti Teknologi, Jadilah Teknisi

Jika anda benar-benar peduli dengan produk yang anda buat, anda harus terlibat dalam perancangan dan pembuatannya. Bisnis startup teknologi dibangun oleh teknologi. Keunggulan kompetitif anda terletak pada bagaimana anda dapat memperbaiki dan mengoptimalkan produk tersebut. Tanpa tingkat pemahaman teknis yang mumpuni, anda akan kehilangan ratusan potensi perbaikan.

6. Anda Tidak Memerlukan Uang dari Modal Ventura

Banyak pendiri percaya bahwa tujuan pertama startup adalah menerima dana dari investor luar seperti para pemodal ventura. Media massa saat ini juga memberitakan bahwa startup yang didanai oleh para fund manager adalah contoh startup yang sukses. Ini benar-benar salah.

7. Pastikan Model Bisnis Anda Benar-Benar Menghasilkan Uang

Tujuan akhir memulai startup “Kecoak” pada dasarnya sama dengan memulai bisnis kedai kopi, Anda mencoba membangun entitas bisnis yang mencetak uang dan memberikan keuntungan bagi anda.

8. Tim Superkecil

Sebuah startup kecoak mungkin memiliki tim superkecil alias kurang dari lima orang. Startup kecoak tidak memiliki uang atau dana untuk memperkerjakan orang lain, sehingga mau tidak mau, sang founder harus bisa melakukan semuanya sendiri.

9. Waktu Lebih Berharga Daripada Uang

Startup Kecoak sebaiknya bersifat defensif. Tujuannya adalah untuk bertahan, mendapatkan uang dan tentu saja tidak cepat mati. Startup Kecoak tidak bertujuan untuk menjualnya dalam tiga tahun ke depan, sebagai gantinya, pada pendiri mesti belajar bagaimana membangun bisnis yang akan bertahan selama sepuluh, lima puluh sampai seratus tahun.

10. Tidak Ada Exit Strategi

Founder sering ditanya apa strategi exit mereka. Strategi exit sejatinya adalah untuk para invenstor dan venture capital, bukan pendiri. Jika bisnis anda menghasilkan uang, mengapa anda harus “exit”? VC hanya ingin memperoleh uang mereka dengan keluar dari bisnis anda dalam jangka waktu 5-7 tahun. Jika bisnis anda untung, pastinya anda dengan mudah menjual perusahaan kepada siapapun, tanpa tekanan.

 

Dikutip dari : Marketeers. Oktober 2017.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a reply