Tren Gaya Hidup Netizen Saat Ini

Apa saja yang sebenarnya dicari oleh netizen Indonesia di dunia Maya? Data yang dirilis oleh Google Internet Data 2017 menunjukkan bahwa ada perbedaan yang dilakukan netizen kategori moms (ibu rumah tangga), male (laki-laki) dan millenials dalam mencari informasi di mesin pencari Google.

Berdasarkan data tersebut, frekuensi ibu rumah tangga mencari informasi melalui Google dua kali lebih banyak ketimbang melalui media sosial. Adapun pencarian paling populer sepanjang tahun 2017 adalah chilbed, nursing pillow, breast milk storage, hijab, tutorial untuk hijab, nama-nama bayi, baju, sepatu dan tas wanita.

Jika dilihat, ibu rumah tangga cukup aktif mencari perlengkapan bayi di internet, yang mengindikasi bahwa mereka ingin membuat “anaknya”tampil keren. Bisa jadi, pekerjaan ibu rumah tangga menjadi suatu gaya hidup yang justru dinikmati oleh para ibu itu sendiri, daripada melabelinya sebagai “kewajiban kodrat perempuan”. Tak hanya soal bayi, hal-hal yang berkaitan soal hijab juga menjadi tren bagi kalangan ibu rumah tangga. Apalagi jumlah perempuan berhijab semakin banyak, yang konon mencapai 30%-40% dari total perempuan Indonesia.

Sedangkan bagi kalangan male netizen, pencarian jauh lebih individual. Google menyebut, 7 dari 10 laki-laki menggunakan mesin pencari Google untuk mencari informasi tentang harga hp promo, hp bekas, jual beli mobil, harga mobil bekas dan mobil murah. Mereka ternyata juga senang mencari tiket pesawat dan hotel di Bali.

Sementara millenials yang dinilai sebagai penggerak masifnya penggunaan internet, memiliki tren pencariannya sendiri. Hal-hal berkaitan dengan traveling menjadi sesuatu yang paling banyak dicari. Tak heran, kata kunci Bali dan harga tiket pesawat sangat populer di Google. Selain traveling, kata kunci tentang lowongan kerja, lamaran kerja dan contoh surat lamaran kerja juga paling banyak dicari oleh kalangan millenium saat ini. Bisa dibilang, millenials memiliki kekhawatiran terhadap keuangan mereka, sehingga, konten-konten yang menginspirasi mereka untuk “kaya” atau mapan bisa menjadi pilihan.

[Saviq Bachdar & Sigit Kurniawan. Marketeers, September 2017]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *