TOP

Sertifikasi TI yang Paling Diburu

Dunia kerja di bidang TI (Teknologi Informasi) merupakan dunia yang cukup unik. Selembar sertifikat yang menunjukkan keterampilan tertentu seringkali justru lebih bermakna ketimbang ijasah yang diterbitkan pleh pendidikan formal. Berbeda dengan ijasah yang tak memiliki kadaluarsa, sertifikasi di dunia IT kebanyakan memiliki masa kadaluarsa. Jika ingin mendapatkannya lagi, seseorang harus menempuh ujian kembali. Berikut ini merupakan beberapa sertifikasi TI yang paling bergengsi dan menarik minat banyak orang :

  1. Sertifikasi Microsoft

Sertifikasi Microsoft dibagi menjadi dua kategori, yaitu nonteknis dan teknis. Kategori nonteknis ditujukan untuk yang ingin menjadi ahli di produk Microsoft yang berkenaan dengan bisnis atau yang menyasar langsung pengguna akhir. Sementara, kategori teknis ditujukan bagi mereka yang ingin menjadi profesional di bidang TI atau bagi pengembang aplikasi.

Pada kategori nonteknis terdapat dua tingkatan sertifikasi, yaitu MOS (Microsoft Office Specialist) dan MOS Expert. Pemegang MOS menunjukkan bahwa dia memiliki keahlian atau keterampilan dalam menggunakan salah satu atau beberapa aplikasi yang tergabung ke dalam paket Microsoft Office, misalnya Word, Excel atau PowerPoint. Sementara pemegang MOS Expert menunjukkan bahwa seseorang benar-benar menguasai secara mendalam salah satu atau beberapa aplikasi yang tergabung pada Microsoft Office. Pada kategori teknis, ada beberapa bidang yang dicakup oleh sertifikasi Microsoft, yaitu Mobility, Cloud Platform & Infrastucture, Productivity, Data Management & Analysis dan App Builder. Meskipun mencakup bidang yang luas, pada dasarnya hanya ada empat macam sertifikasi untuk kategoti ini yaitu MTA, MCSA, MCSE dan MCSD.

  • MTA (Microsoft Technical Associate) merupakan sertifikasi tingkat dasar yang menyatakan bahwa seseorang memiliki pengetahuan memadai akan dasar-dasar teknologi Microsoft.
  • MCSA (Microsoft Certified Solutions Associate) merupakan sertifikasi yang menyatakan bahwa seseorang memiliki dasar pengetahuan yang kuat tentang teknologi (khususnya produk Microsoft) dan mampu memiliki karir yang berkesinambungan di dunia TI. Sertifikasi ini umumnya diambil setelah seseorang memiliki MTA, walaupun tidak wajib. Namun, MCSA mutlak dibutuhkan untuk mengambil dua sertifikasi yang lain, yaitu MCSE dan MCSD.
  • MCSE (Microsoft Certified Solution Expert) menyatakan bahwa seseorang memiliki kemampuan untuk membangun, menangani dan mengelola solusi teknologi, baik lokal maupun cloud, menggunakan berbagai macam teknologi.
  • MCSD (Microsoft Certified Solution Developer) menyatakan bahwa seseorang memiliki keahlian yang memadai sebagai seorang pengembang untuk menciptakan solusi menggunakan berbagai macam teknologi.

  2. Sertifikasi Cisco

Sertifikasi ini meliputi delapan bidang yaitu Routing & Switching, Design, Network Security, Service Provider, Service Provider Operations. Storage Networking, Voice dan Wireless. Sementara tingkatannya meliputi empat tingkat yakni Entry, Associate, Professional serta Expert & Architect. Adapun nama-nama sertifikasi yang disediakan oleh Cisco adalah CCENT, CCNA, CCDA dan CCNP R&S.

  • CCENT (Cisco Certified Entry Networking Technician) menyatakan bahwa pemegangnya memiliki pengetahuan dasar jaringan yang memadai. Pengetahuan tersebut meliputi keamanan jaringan dan mitigasi ancaman jaringan, pengalaman IP serta pemahaman router dan switch.
  • CCNA (Cisco Certified Network Associate) memberikan validasi kepada pemegangnya bahwa dia mampu memasang, melakukan konfigurasi serta melakukan troubleshooting jaringan. Seorang pemegang CCNA mampu memasang koneksi ke situs remote melalui WAN, mitigasi dasar terhadap ancaman jaringan serta memahami konsep fundamental & terminologi jaringan.
  • CCDA (Cisco Certified Design Associate) menyatakan bahwa pemegangnya mampu membangun infrastruktur dan layanan jaringan yang aman. Jaringan yang disebut disini meliputi LAN, WAN & Broadband.
  • CCNP R&S (Cisco Certified Network Professional Routing & Switching) diberikan kepada seorang teknisi jaringan profesional yang memiliki pengalaman minimal satu tahun. Teknisi tersebut siap mengembangkan karir dan bekerja secara mandiri pada sistem jaringan Cisco.

3. Sertifikasi CompTIA

Jika kedua sertifikasi sebelumnya merupakan sertifikasi yang dikeluarkan oleh sebuah vendor, sertifikasi CompTIA ini dikeluarkan oleh sebuah lembaga independen. CompTIA menawarkan setidaknya empat tingakatan sertifikasi, yaitu :

  • Sertifikasi tingkat pertama / dasar adalah CompTIA IT Fundamentals yang menyatakan bahwa pemegangnya memahami konsep, literasi & terminologi dasar TI.
  • Sertifikasi tingkat kedua / profesional adalah CompTIA A+. Pemegang sertifikasi ini memiliki kompetensi sebagai teknisi komputer yang memahami berbagai teknologi dan sistem operasi. Selain A+ ada juga sertifikasi tingkat kedua yang disediakan oleh CompTIA, yakni Cloud Essentials & Cloud+ yang menyatakan keahlian dibidang cloud. Cybersecurity Analyst (CSA+) yang menyatakan keahlian terhadap keamanan jaringan, Network+ dan Security+ yang masih berhubungan dengan jaringan, Linux+ yang menyatakan keahlian terhadap sistem operasi GNU/Linux, serta Server+ yang menunjukkan keahlian terhadap perangkat keras dan sistem operasi yang berhubungan dengan server.
  • Sertifikasi tingkat ketiga /master adalah CASP (CompTIA Advanced Security Practitioner) yang merupakan sertifikasi lanjutan untuk Network+.
  • Sertifikasi spesial adalah sertifikasi yang berhubungan dengan bidang teknologi tertentu secara spesifik, misalnya Certified Document Imaging Architect (CDIA+) yang menyatakan kompetensi terhadap manajemen dokumen dan pencitraan dokumen (document imaging), Certified Technical Trainer (CTT+) yang menyatakan kompetensi terhadap kemampuan memberikan pelatihan di bidang IT, dan  Healthcare IT Technician yang menyatakan kompetensi terhadap teknisi peralatan IT di industri kesehatan.

4. Sertifikasi Lainnya

  • RHCE (Red Hat Certified Engineer), sesuai namanya, sertifikasi ini dikeluarkan oleh Red Hat, salah satu distribusi Linux terkemuka. Sertifikasi ini memiliki tingkatan menengah ke atas dan mencakup topik jaringan khususnya keamanan menggunakan Red Hat sebagai perkakas utama.
  • Java dikeluarkan oleh Oracle, yang menyatakan kompetensi terhadap kemampuan pemrograman menggunakan bahasa Java.
  • MTCNA (Microtics Certified Network Associate) & MTCWE (Microtics Certified Wireless Engineer, keduanya menyatakan kompetensi terhadap kemampuan penanganan jaringan. Sertifikasi ini dikeluarkan oleh Cisco tetapi vendornya adalah Mikrotik.

 

Dikutip dari : Infokomputer, Agustus 2017.

Read More
Skip to toolbar