Pekerjaan Yang Terancam Akibat Hadirnya Robot

Petugas Call Center

Perusahaan asal New York, IPSoft menghabiskan waktu selama lima belas tahun untuk membangun Amelia. Amelia adalah platform berbasis artificial intellegence yang bisa menggantikan petugas Call Center. Amelia bisa belajar SOP berbicara dengan klien dalam hitungan detik dan berbicara dalam dua puluh bahasa berbeda. Amelia juga dibekali kemampuan untuk menangkap emosi sang penelpon dan cara menghadapinya.

Amelia memang harus belajar agar bisa bekerja dengan baik, namun waktu yang ia butuhkan juga singkat. Contohnya, saat diimplementasikan di sebuah call center, di minggu pertama, Amelia hanya bisa menangani 1 dari 10 penelepon, namun di minggu kedua, Amelia bisa menjawab 6 dari 10 penelepon. Seiring kian canggihnya Amelia, pekerjaan petugas call center yang diperkirakan mencapai 250 juta orang pun akan terancam.

Sopir Truk

Pada Oktober 2016, Otto mencatatkan sejarah untuk pertama kalinya berhasil mengantarkan produk. Keberhasilan ini menjadi spesial karena Otto adalah truk yang bisa berjalan sendiri. Dalam antaran pertamanya ini, Otto berkendara sekitar dua ratus kilometer untuk mengantarkan 50 ribu botol bir.

Keberhasilan Otto ini memang masih diganjal oleh beberapa catatan. Pertama, Otto hanya bisa beroperasi di jalan tol yang kondisi jalannya relatif sederhana, selain itu Otto tidak pernah berganti jalur kecuali terpaksa. Namun keterbatasan tersebut hanya menunggu waktu untuk diatasi.

Petugas Restoran

Meski membuat burger relatif mudah, akan sulit bagi manusia untuk membuat enam burger per menit, namun itulah yang bisa dilakukan mesin pembuat burger buatan Momentum Machine. Dengan menggunakan sistem ban berjalan, mesin ini bisa mempersiapkan semua hal yang dibutuhkan untuk membuat burger, mulai dari memanggang daging sampai memotong tomat.

Sementara di Jepang, telah dibuka restoran sushi yang tidak membutuhkan pelayan. Setiap pesanan akan dikirimkan dari dapur ke meja menggunakan ban berjalan. Ketika selesai makan, pelanggan diminta memasukkan piring dan gelas di jalur yang tersedia dan perangkat makan itu pun akan meluncur ke area cuci. Restoran ini memang masih mempekerjakan manusia, namun jumlahnya jauh lebih sedikit dibanding restoran sekelasnya.

Petugas Toko

Pada Desember 2016, Amazon membuka sebuah toko retail khusus di Seattle yang tidak membutuhkan petugas. Pengunjung yang ingin membeli barang hanya perlu memasuki toko, mengambil barang yang dibutuhkan, lalu keluar tanpa harus mengantre di kasir. Mereka hanya perlu membawa smartphone dengan aplikasi Amazon Go di dalamnya.

Mengapa ini bisa dilakukan? Menurut Amazon, mereka menggunakan gabungan sensor, artificial intellegence dan machine learning untuk memonitor pergerakan pengunjung, ketika pengunjung mengambil barang tertentu, sensor akan mendeteksi pembelian tersebut dan mencatatnya di aplikasi. Sensorpun cukup canggih untuk mencoret transaksi ketika pengunjung membatalkan pembelian.

Dikutip dari : Infokomputer, Maret 2017

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *