Menumbuh Suburkan Mentalitas Founder di Perusahaan

Anda mungkin sudah sering mendengar pentingnya merekrut karyawan dengan mindset founder. Hal ini cukup populer di kalangan startup teknologi. Salah satu yang sering mengkampanyekan founder’s mindset adalah Reid Hoffman (Co – Founder Linkedin).

Salah satu alasan yang membuat banyak karyawan terbaik meninggalkan perusahaan adalah mereka merasa kurangnya penghargaan dan reward atas pekerjaannya yang telah dilakukan dengan baik, selain itu juga adanya penyebab faktor internal lainnya, yakni melebarnya jarak dengan front lines, kehilangan akuntabilitas dan tumbuh suburnya birokrasi.

Setiap pemilik perusahaan pastilah senang memiliki karyawan dengan perilaku seperti founder. Beberapa contoh cara berpikir seperti founder dari pengalaman sehari-hari misalnya :

  • Founder cenderung berpikir dalam “big picture”, mereka menunjukkan rasa ingin tahu pada semua aspek dalam bisnis.
  • Founder biasanya sangat fokus pada apa yang dikerjakan dan bisa mengatakan tidak pada hal lain yang berada di luar fokus utama.
  • Founder adalah owner, tentu saja rasa memilikinya tinggi.
  • Founder juga biasanya adalah pemimpin yang hebat, yang bisa menginspirasi munculnya perilaku terbaik dari timnya.
  • Founder selalu menentang birokrasi dan tidak menerima status quo dalam mencapai visi mereka.

Melalui penelitian selama satu dekade terhadap sejumlah perusahaan di lebih dari empat puluh negara, Zook dan Allen (Bain & Company) menemukan kuatnya hubungan antara mentalitas founder dengan kemampuan perusahaan mempertahankan kinerja yang baik. Hal ini terjadi tidak hanya di perusahaan startup saja, tetapi pada berbagai tipe perusahaan yang lain. Mereka memformulasikan sifat-sifat yang termasuk dalam mentalitas founder yaitu:

  • Memiliki misi dan tujuan yang berani.
  • Obsesi yang tanpa ampun dengan barisan depan. Sebagian besar founder adalah salesperson pertama di perusahaan sehingga mereka sangat tertarik pada setiap detail dalam pengalaman customer dan cenderung menggunakan insting yang terbangun dari pengalaman front liner ini dalam membuat keputusan.
  • Memiliki mentalitas owner yang kuat.

Sebagai leader, inilah yang harus anda lakukan untuk menciptakan lingkungan yang mendukung berkembangnya jiwa entrepreneurship dan mentalitas founder pada tim anda:

  • Secara aktif mendorong percakapan. Makin banyaknya hierarki, akan dapat menyulitkan seorang karyawan menyampaikan ide dan aspirasinya. Tidak jarang mereka merasa tak berdaya serta frustasi dengan politik internal sehingga dapat menyebabkan seorang karyawan yang aspiratif hengkang.
  • Menindaklanjuti ide.
  • Mengizinkan kegagalan dan resiko.
  • Memberi reward pada inovasi

 

Dikutip dari : Chandra, Meisia. 2016, Infokomputer.

This entry was posted in Bisnis. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *