Cara Kreatif untuk Keuangan dan Karir

  1. Good Artist Copy, Great Artist Steal

Bos Apple Steve Jobs mengaku kalimat yang berasal dari ucapan Pablo Picasso itu jadi pegangannya saat mengembangkan komputer Macintosh. Terbukti, produk yang dihasilkan Steve Jobs sukses di pasaran. Apa sebenarnya makna kalimat itu? Mencuri ternyata lebih baik ketimbang meniru. Dalam konteks ini, mencuri itu perbuatan yang dibenarkan dengan tujuan untuk up grade skill diri sendiri. Mencuri adalah proses mengamati orang lain, memahami, dan kemudian mengembangkan dengan ciri khas sendiri.

Toh, curi-mencuri soal ini sesuatu yang lumrah kok. Tengok saja di sepakbola. Banyak yang mencuri gaya bermain Chrstiano Ronaldo, Zidane Zidane, David Becham, dan lain-lain. Lalu gaya bermain itu dikembangkan sehingga menjadi identitas diri sendiri.

      2. Routine is Killing Your Creativity

Kreatif itu selalu dekat dengan orang yang selalu melakukan hal yang baru. Sebaliknya, dia akan menjauh dengan orang yang punya aktivitas yang sama secara terus-menerus. Di situlah makna routine is killing your creativity. Orang kreatif tak pernah bisa diam. Dia selalu bergerak dinamis, berpikir terus, dan tak kapok sama tantangan. Mereka yang ingin meningkatkan ‘ilmu’ kreatif-nya mesti lewati keberanian melakukan hal-hal yang belum pernah atau jarak dilakukan sebelumnya.

      3. Do Something New

Ayo, berbuat sesuatu yang baru. Itu cukup jadi modal kreatif. Ada hasrat dan keinginantahuan yang kuat terhadap hal yang baru. Di kepala selalu muncul pertanyaan berulang-ulang tentang bagaimana dan mengapa. Jadikanlah aktivitas melakukan sesuatu yang baru sebagai kebiasaan yang selalu ditanamkan sehari-hari. Lalu tanpa di sadari, suatu hari nanti tiba-tiba bakal punya temuan yang akan menggegerkan jagad raya. Hilangkan rasa takut. Mulailah menerapkan prinsip ‘do something new’.

  1. Watch and learn from the best!

Punya kebiasaan mengamati orang lain juga jadi langkah awal menjadi orang kreatif. Pendek kata, jangan suka cuek bebek sama di sekeliling. Kembangkan sikap kepo. Dari situ tanpa disadari pula akan lahir ide-ide yang sejatinya berasal dari inspirasi yang dilakukan orang lain.

  1. Making friends with creative people

Bergaulah dengan orang-orang kreatif. Percaya deh, kreatif itu seperti virus yang menular. Kumpul-kumpul sama orang kreatif akan membantu untuk memahami bagaimana mereka berpikir, bertindak, berkreasi, dan mengeksekusi ide. 

  1. Me time

Nikmati waktu me time seoptimal mungkin. Aktivitas yang padat pasti menguras pikiran dan membuat bete otak. Kejenuhan bakal berakibat buruk sama kreativitas. Jadi, aturlah waktu untuk diri sendiri. Itu baru sebagian formulanya lho. Pasti masih banyak cara membuat diri menjadi sosok yang kreatif.

Masing-masing individu punya caranya sendiri dalam mempelajari sisi kreativitasnya. Jadi tak bisa dipukul rata. Hanya sebagai langkah awal, cobalah dengan menambah jam terbang atau pengalaman. Carilah figur idola dan kemudian modifikasikanlah sesuai dengan cara dan gaya kamu. Lalu jangan ragu dengan ide yang muncul. Kembangkan dan segera eksekusi ide itu. Siapa tahu nun jauh di luar sana, ada orang lain yang punya ide serupa dan langsung action.

Menumbuh Suburkan Mentalitas Founder di Perusahaan

Anda mungkin sudah sering mendengar pentingnya merekrut karyawan dengan mindset founder. Hal ini cukup populer di kalangan startup teknologi. Salah satu yang sering mengkampanyekan founder’s mindset adalah Reid Hoffman (Co – Founder Linkedin).

Salah satu alasan yang membuat banyak karyawan terbaik meninggalkan perusahaan adalah mereka merasa kurangnya penghargaan dan reward atas pekerjaannya yang telah dilakukan dengan baik, selain itu juga adanya penyebab faktor internal lainnya, yakni melebarnya jarak dengan front lines, kehilangan akuntabilitas dan tumbuh suburnya birokrasi.

Setiap pemilik perusahaan pastilah senang memiliki karyawan dengan perilaku seperti founder. Beberapa contoh cara berpikir seperti founder dari pengalaman sehari-hari misalnya :

  • Founder cenderung berpikir dalam “big picture”, mereka menunjukkan rasa ingin tahu pada semua aspek dalam bisnis.
  • Founder biasanya sangat fokus pada apa yang dikerjakan dan bisa mengatakan tidak pada hal lain yang berada di luar fokus utama.
  • Founder adalah owner, tentu saja rasa memilikinya tinggi.
  • Founder juga biasanya adalah pemimpin yang hebat, yang bisa menginspirasi munculnya perilaku terbaik dari timnya.
  • Founder selalu menentang birokrasi dan tidak menerima status quo dalam mencapai visi mereka.

Melalui penelitian selama satu dekade terhadap sejumlah perusahaan di lebih dari empat puluh negara, Zook dan Allen (Bain & Company) menemukan kuatnya hubungan antara mentalitas founder dengan kemampuan perusahaan mempertahankan kinerja yang baik. Hal ini terjadi tidak hanya di perusahaan startup saja, tetapi pada berbagai tipe perusahaan yang lain. Mereka memformulasikan sifat-sifat yang termasuk dalam mentalitas founder yaitu:

  • Memiliki misi dan tujuan yang berani.
  • Obsesi yang tanpa ampun dengan barisan depan. Sebagian besar founder adalah salesperson pertama di perusahaan sehingga mereka sangat tertarik pada setiap detail dalam pengalaman customer dan cenderung menggunakan insting yang terbangun dari pengalaman front liner ini dalam membuat keputusan.
  • Memiliki mentalitas owner yang kuat.

Sebagai leader, inilah yang harus anda lakukan untuk menciptakan lingkungan yang mendukung berkembangnya jiwa entrepreneurship dan mentalitas founder pada tim anda:

  • Secara aktif mendorong percakapan. Makin banyaknya hierarki, akan dapat menyulitkan seorang karyawan menyampaikan ide dan aspirasinya. Tidak jarang mereka merasa tak berdaya serta frustasi dengan politik internal sehingga dapat menyebabkan seorang karyawan yang aspiratif hengkang.
  • Menindaklanjuti ide.
  • Mengizinkan kegagalan dan resiko.
  • Memberi reward pada inovasi

Dikutip dari : Chandra, Meisia. 2016, Infokomputer.

Lima Prinsip Kunci Kampanye Calon Kepala Daerah

Kampanye calon kepala daerah tidak bisa hanya didasarkan pada perhitungan politik, apalagi hanya money politics tapi ada konsep marketing yang harus benar-benar diperhatikan pada era demokrasi seperti saat ini. Istilah “political marketing” yang sudah banyak digunakan, sebenarnya harus diartikan sebagai marketing yang dilaksanakan di lanskap persaingan politik. Bukan sebaliknya, yaitu mempolitikkan marketing. Memang, ada banyak kesalahpahaman tentang dunia marketing.

Selama ini, banyak orang politik hanya menganggap marketing sebagai komunikasi, ikon, tagline, seragam atau menjual janji. Padahal, marketing atau pemasaran sesungguhnya bukanlah hal itu. Ada lima prinsip kunci marketing yang harus dipahami dan dipakai oleh seorang calon kepala daerah dalam melaksanakan strategi kampanye.

Prinsip 1 : Susun Visi Anda Berdasarkan Tren Perubahan

Karena anda sedang mengkampanyekan diri sebagai seorang pemimpin yang diharapkan bisa melakukan perubahan, bukan hanya seperti seorang manajer atau administrator yang dilakukan oleh PNS biasa. Itulah yang disebut sebagai Visionary Leader.

Prinsip 2 : Susun Misi Anda Berdasarkan Lanskap Persaingan

Ketahuilah siapa Pelanggan (Customer), Pesaing (Competitor) dan Diri Sendiri (Company) untuk melihat peta persaingan.

Prinsip 3 : Sebutkan Nilai-Nilai Anda Berdasarkan Karakter Yang Ada

PDB adalah Positioning – Differentiation – Brand yang merupakan kunci dari sebuah strategic Marketing.

  • Positioning adalah sebuah pernyataan bahkan juga merupakan sebuah janji dari pasangan anda.
  • Differentiation adalah pembeda dari pesaing yang sekaligus merupakan pendukung dari Positioning, tanpa Differentiation yang unik dan kuat maka Positioning tidak akan punya integritas karena itu tidak akan punya kredibilitas.
  • Branding adalah sebuah upaya simbolisasi pasangan dalam bentuk singkatan nama yang dilengkapi slogan atau tagline, yang nantinya akan jadi identitas sesuai dengan Positioning yang ditetapkan.

Prinsip 4 : Susun Program Kerja Anda Berdasarkan Aksi Nyata

Ada sembilan elemen pemasaran taktis yang bisa dibagi jadi tiga komponen, yaitu :

  • Customer Oriented yang terdiri dari Segmentation, Targeting dan Positioning.
  • Product Oriented yang terdiri dari Differentiation, Marketing Mix, Selling.
  • Brand Oriented yang terdiri dari Brand, Service, Process.

Prinsip 5 : Ciptakan WOW Untuk Mendapatkan Advokasi

Dahulu Legacy Marketing yang konvensional hanya berdasarkan 4A yaitu Aware, Attitude, Act dan Act Again. Namun kini pada zaman internet dan media sosial, New Wave Marketing sudah mengubah 4A menjadi 5A yaitu Aware, Appeal, Ask, Act dan Advocate. Pemiih yang sudah aware harus dibikin sangat tertarik atau appeal supaya mau bertanya atau ask baik secara langsung dan tidak langsung. Tidak ada yang bisa disembunyikan pada saat ini karena semuanya ada dan bisa dicari di internet. Elektabilitas terkait dengan kecenderungan pemilih untuk memilih atau vote (act), tapi yang juga sangat penting adalah Advocacy Level. Masukkan WOW faktor dalam kampanye anda supaya pemilih menjadi ter engage bukan hanya enjoy atau experience

Dikutip dari : Kertajaya, Hermawan. 2016, Marketeers.

Berbagai Mitos di Dunia IT

Mitos 1 : Makin tinggi resolusi kamera, semakin bagus hasil fotonya

Fakta :

Bagus atau tidaknya suatu foto yang dihasilkan oleh sebuah kamera bukan hanya ditentukan oleh satu faktor saja, melainkan banyak hal yaitu lensa yang digunakan, algoritma pemroses gambar yang dipakai, lensa, serta chip pengolah gambar. Tinggi resolusi sebuah kamera sebenarnya hanya berpengaruh pada seberapa besar foto tersebut dapat dicetak pada kertas berukuran besar. Semakin tinggi nilai megapixel, makin besar pula foto yang dicetak pada kertas yang berukuran lebih besar. Hal ini juga berlaku pada kamera smartphone.

Mitos 2 : Menggunakan smartphone di SPBU bisa menyebabkan kebakaran

Fakta :

Smartphone zaman sekarang sudah memiliki sistem perlindungan dan keamanan yang membuat potensi adanya listrik statis pemicu ledakan sangat kecil. Dinas Pemadam Kebakaran AS pun hanya sekali menjumpai kasus sebuah SPBU yang terbakar karena asumsi penggunaan smartphone. Hal ini membuat pengguna smartphone menjadi tersangka musibah tersebut. Namun hasil penelitian terbaru tidak dapat membuktikan bahwa smartphone tersebut menjadi pemicunya.

Mitos 3 : Jangan mengisi ulang baterai smartphone atau notebook sebelum daya baterai habis

Fakta :

Hal ini memang sempat dipercaya ketika baterai masih menggunakan teknologi lama (berbasis nickel metal hydride/NiMH). Namun semenjak digunakannya baterai berjenis lithium, anda bisa melakukan pengisian baterai kapan saja tanpa harus menunggu kapasitas daya baterai habis. Bahkan jika terlalu sering mengisi baterai ketika kondisi baterai kosong, hal ini akan membuat baterai bekerja terlalu keras untuk kembali ke kondisi normal.

Mitos 4 : Magnet bisa menghapus data

Fakta :

Hal ini memang benar bisa saja terjadi jika data magnet tersebut sangat besar. Seorang pakar teknologi mengatakan dibutuhkan magnet yang cukup besar dan kuat untuk menghapus semua data pada komputer modern. Ini pun hanya berlaku pada media simpan seperti hard disk yang memiliki piringan maupun komponen berbahan logam. Sementara media simpan seperti SSD atau flash disk tidak akan terpengaruh oleh magnet.

Mitos 5 : Smartphone bisa menjadi pemicu kanker

Fakta :

Isu radiasi sinyal smartphone dapat menyebabkan kanker otak sudah lama berhembus. Tetapi hal itu belumlah terbukti. Smartphone memang memancarkan radiasi yang dapat diserap oleh jaringan manusia. Namun apakah radiasi ini memang benar menyebabkan kanker, sampai saat ini belum terbukti ilmiah. Hal itu diperkuat oleh pernyataan National Cancer Institute yang mengatakan tidak ada pengaruh dari energi frekuensi smartphone sebagai penyebab kanker. Hal tersebut telah mereka buktikan pada sel hewan dan (belum lama ini) pada manusia.

Mitos 6 : Windows lebih rentan dibandingkan MacOS atau Linux

Fakta :

Salah satu alasan mengapa Windows lebih rentan terhadap serangan karena Windows merupakan sistem operasi yang paling banyak digunakan. Ini membuatnya menjadi sasaran para pembuat virus maupun penjahat dunia maya yang lebih menginginkan target pasar yang lebih besar. MacOs sendiri sering mendapatkan tambalan (patch) keamanan karena sudah mulai banyak virus maupun malware yang menyerangnya. Sementara Linux pun juga tidak jauh berbeda. Hanya saja, karena Linux berbasiskan komunitas, setiap ada masalah keamanan, akan ada banyak orang yang cepat bereaksi untuk mengatasinya.

Mitos 7 : Jika sinyal jaringan smartphone penuh artinya koneksi internet kencang/lancar

Fakta :

Sinyal penuh pada smartphone hanya menandakan bahwa posisi smartphone dekat dengan BTS. Makin penuh bar sinyal, main dekat posisinya dengan BTS, sementara lambat tidaknya koneksi internet dipengaruhi oleh beberapa hal, yaitu berapa banyak orang yang sedang menggunakan jaringan tersebut. Contohnya mirip saat mengakses internet dari wifi, saat sinyal penuh namun banyak orang yang sedang mengaksesnya secara bersamaan, akan bisa membuat koneksi lambat.

Mitos 8 : Hacker adalah penjahat yang mencuri data

Fakta :

Banyak yang beranggapan bahwa hacker adalah penjahat yang menyebarkan virus, mencuri data atau melakukan kejahatan di dunia maya. Padahal hacker adalah orang-orang yang bertugas mencari kelemahan sebuah sistem dan memperbaikinya. Mereka yang melakukan kejahatan dunia maya lebih tepatnya disebut Cracker.

Dikutip dari : Infokom – Infomezzo, 2016

Merancang Strategi Membangun Smart City

Keinginan membangun Smart City selalu ada, namun banyak pemimpin kota kebingungan memulai dari mana. Dibutuhkan kemampuan untuk mengidentifikasi masalah agar strategi tak salah arah.

Seorang kepala daerah mengutarakan maksudnya datang ke Indonesia Smart CIty Forum 2016 di Bandung, “Saya tertarik membangun smart city, namun tidak tahu harus memulai dari mana”. Ungkapan kepala daerah tersebut mungkin bisa mewakili kegelisahan dari banyak kepala daerah di Indonesia. Dengan makin banyaknya masalah di daerah yang mereka pimpin, pemanfaatan teknologi sudah tidak bisa dielakkan lagi. Akan tetapi, pemerintah kota dan kabupaten kerap dihadapkan dengan kebingungan harus memulai dari mana.

Pada acara ISCF 2016, beberapa narasumber mengungkapkan pandangannya. “Kami mengusulkan strategi pertama -tama yaitu Smart City Blueprint. Misi utamanya adalah mencari masalah dan kebutuhan di setiap kota, setelah itu pemimpin daerah tinggal membuat roadmap sesuai prioritas dan keadaan anggaran. Misalnya, tahap 1 Visibility (terhadap data dulu), tahap 2 soal transportasi, dst. Kemudian lakukan kemitraan dan kolaborasi dengan developer aplikasi. Pastikan platform yang dibangun open dan agile, sehingga bisa interconnect dengan pemerintah pusat. Terakhir, pastikan warga harus aktif berpartisipasi.

Menurut Ery Putra Hendraswara (Deputy Executive GM Digital Service, Telkom Indonesia) tahapan dalam mengidentifikasi most painful problem antara lain Collect (mengumpulkan data dan informasi tentang masalah), Communicate (menghubungkan data melalui jaringan) dan Crunching (menganalisis data historis dan realtime untuk melakukan predictive analytics dan memprediksi langkah penanganan yang tepat).

Ery juga menekankan bahwa empat poin utama dalam smart city, yakni Sustainable (programnya berkelanjutan), Efficiency (meningkatkan efisiensi di pemerintah dan masyarakat), Safe & Secure (meningkatkan rasa aman) & Pleasant (memberikan kenyamanan bagi warga).

 

Dikutip dari : Infokomputer, 2016