Belajar dari Korea Selatan

Korea Selatan kini telah menjadi perhatian dunia dan menjelma menjadi satu dari lima belas negara dengan ekonomi terkuat di dunia, dilihat dari nominal GDPnya. Jika melihat Korea Selatan saat ini, sulit rasanya untuk percaya bahwa pada tahun 1970 an kehidupan di Seoul, Korea Selatan dan Pyongyang, Korea Utara sulit dibedakan. Sebagai negara agraris yang miskin dengan keterbatasan sumber daya alam, satu-satunya modal yang dapat digunakan untuk mengubah ekonomi dan masyarakat Korea Selatan adalah masyarakat Korea Selatan itu sendiri, dan mereka menyadari pentingnya peran pemerintah untuk mengoptimalkan potensi masyarakat di negaranya.

Korea Selatan mengawali perubahan besar ketika presiden pada saat itu Kim Dae Jung, melihat bahwa krisis Asia 1997 telah meluluhlantahkan Korea dan menyisakan sedikit modal yang dapat digunakan untuk memperbaiki keadaan. Melihat hal itu, Presiden Kim Dae Jung memutuskan untuk menjadikan Korea Selatan sebagai eksportir berkelas dunia untuk budaya mereka sendiri yang disebut “Hallyu”. Rencana presiden saat itu terdengar aneh, tetapi siapa sangka hampir dua dekade kemudian Korea Selatan telah berhasil mewujudkan hal tersebut. Saat ini Hallyu telah menghasilkan miliaran US Dollar bagi Korea Selatan.

Dengan hallyu, yang saat ini lebih dikenal dengan istilah Korean Wave, Korea Selatan telah menjelma menjadi negara dengan industri populer (industri pop) yang mendunia. Korean Wave terus tersebar sehingga menjadikan negara ini semakin dikenal dunia. Budaya, pakaian, makanan dan apa saja tentang Korea Selatan cepat sekali menjadi tren yang sangat digemari dunia, termasuk Indonesia. Tak hanya sampai situ, ambisi pemerintah Korea Selatan untuk menjadi negara eksportir Hallyu bagi seluruh dunia juga terlihat dari komitmen pemerintah yang mengalokasikan  APBNnya sebesar 1% untuk subsidi dan pinjaman dengan bunga rendah kepada sektor industri pop di negeri tersebut.

Mendapat dukungan dari pemerintah, dunia bisnis Korea khususnya industri pop Korea mulai bergeliat dan terus tumbuh. Tiga besar perusahaan agensi disana SM, YG dan JYP berperan penting  dalam mengekspor artis-artis Korea Selatan ke berbagai negara. Perusahaan-perusahaan agensi di Korea Selatan biasanya menggunakan Youtube untuk memperkenalkan musik baru dan artis-artis mereka.

Industri pop telah mengubah mental masyarakat di Korea Selatan. Saat ini mimpi terbesar masyarakat negeri itu adalah menjadi artis dan bagian dari industri pop yang terus berkembang dan menjanjikan kehidupan yang lebih baik, tetapi tentu saja hal itu tidaklah mudah. Persaingan yang keras menuntut perusahaan agensi menetapkan standar yang sangat tinggi bagi artisnya. Sifat kompetitif, disiplin tinggi, kerja keras dan pantang menyerah merupakan syarat yang harus dimiliki oleh pelaku di dunia pop Korea, dan tanpa disadari hal tersebut telah menjadi nilai dan dianut oleh masyarakat Korea Selatan.

 

6 thoughts on “Belajar dari Korea Selatan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *