Eksperimen Digital Advertising : Egosurfing

Hidup adalah eksperimen. Idiom itu mungkin tepat untuk menggambarkan keseharian seorang Digital Advertiser. Orang yang berkecimpung di dunia ini mau tidak mau harus terus mencari dosis yang tepat dalam mengoptimalkan hasil dari sebuah campaign yang ditangani. Dosis yang tepat ini mencakup keywords yang tepat, nilai bid yang tepat (jika menggunakan adwords), placement yang tepat, konten serta messege yang tepat. Hal tersebut di lakukan guna mendapatkan respon sebanyak mungkin dengan biaya rendah.

Sebagian besar Digital Advertiser akan menyarankan menggunakan Google Adwords dan SEO. Hal tersebut tidaklah salah, tetapi masalahnya konten situs kita tidak menarik-narik amat untuk membuat orang datang berkunjung dan melakukan engagement. Pernahkah kita menggunakan Digital Reminder untuk mengingat hal-hal penting? terutama karena manfaatnya sangat positif untuk membantu kita terus fokus pada prioritas yang telah ditetapkan. Digital Reminder sendiri kini punya berbagai macam format, kita tinggal memilih yang paling sesuai dengan digital behaviour kita masing-masing.

Ide ini berangkat dari fakta bahwa orang yang sering mencari dan mengecek namanya sendiri di search engine seperti Google. Kita sering kali ingin tahu apa yang dikatakan orang dan khalayak tentang kita di dunia maya. Perilaku ini dinamakan “Egosurfing” atau “Self-Googling”. Definisinya adalah Sebuah praktik pencarian untuk nama sendiri, nama samaran, nama layar pada mesin pencarian populer yang digunakan untuk melihat hasilnya. Sementara itu definisi lainnya adalah Sebuah tindakan dengan menggunakan mesin pencarian Google untuk mencari diri sendiri. Kasus ekstrim dari pencarian diri sendiri mengakibatkan Googlitis.

Kita semua tahu bahwa platform digital advertising paling mumpuni saat ini adalah Google Adwords. Dalam layanan ini, individu atau perusahaan bisa membeli keyword tertentu di mesin pencari Google, untuk kemudian dijadikan sarana beriklan. Dan akhir kata, sebagaimana telah disampaikan bahwa digital advertising memberikan banyak kejutan.

 

Silahkan mencoba!

(Dikutip dari Mahardika H, Digital Marketing/Vol 35/2015)

 

5 thoughts on “Eksperimen Digital Advertising : Egosurfing

  1. Sayangnya dengan Adwords blog-blog/situs baru yang notabene nya masih pemula dan tidak punya budget, sering kali harus tertindas dengan situs-situs besar yang secara modal tentunya sangat wah.

  2. Saya pernah mencoba berbagai jalan formal melalui google adwords dengan budget skitar rp5jt ternyata return nya tidak sesuai, karena google tidak memiliki alogarithma berapa income per capita di indonesia dan berapa cost yang harus dipasang melainkan melihat berapa pasang mata, mudah2an Pembuat policy atau rulemaking membuka mata untuk membuat beberapa regulasi tarif iklan yang uangnya akan pergi keluar negri.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *