3 Rules of Success in Building Top Brand

Rule 1  : Quality Before Price

Perusahaan yang memiliki Top Brand adalah perusahaan yang dipimpin oleh jajaran manajemen yang percaya akan pentingnya kualitas, baik kualitas layanan ataupun produk. Pemikiran akan kualitas sangat mendominasi dibandingkan untuk tergoda bersaing dengan harga murah. Mereka percaya bahwa kualitas akan menciptakan keuntungan yang lebih baik. Keuntungan yang lebih baik akan membuat perusahaan mampu mendapatkan SDM yang berkualitas, karena kepercayaan terhadap kualitas perusahaan mendapatkan banyak inspirasi dan siap melakukan proses pembaruan.

Rule 2 : Innovation Before Cost

Dengan perubahan pasar yang dinamis, terutama perubahan perilaku konsumen dan pelanggan, hanya perusahaan yang selalu mengedepankan inovasi yang mampu membangun merek kuat. Perusahaan – perusahaan ini selalu mengedepankan inovasi untuk menciptakan diferensiasi. Sebagian perusahaan melakukan inovasi untuk pemasaran, misalnya dalam hal komunikasi. Perusahaan menciptakan komunikasi yang kreatif dalam hal pesan maupun media yang digunakan. Mereka menggunakan internet dan mobile. Perusahaan yang inovatif biasanya jauh lebih sensitif terhadap pasar. Mereka selalu membangun strateginya berdasarkan “Outside-in”.

 

Rule 3 : Engagement Before Sales

Perusahaan yang memiliki Top Brand memiliki paradigma yang kuat bahwa bisnis haruslah didasarkan atas relationship dan bukan transaksional. Perusahaan melihat kosnumen dan pelanggan sebagai aset yang besar. Menjaga loyalitas melalui proses pembangunan relationship menjadi prioritas yang penting. Strategi relationship tersebut antara lain perusahaan sangat berkomitmen terhadap kepuasan pelanggan, sebagian besar perusahaan akan mengembangkan berbagai cara untuk membentuk komunitas, perusahaan memiliki banyak program yang berupaya menciptakan bonding dengan konsumennya. Langkah utama yang dilakukan terutama perusahaan yang bergerak dibidang jasa adalah membentuk database yang terstruktur maupun tidak melalui media sosial. Struktur organisasi juga lebih berorientasi pada pelanggan, misalnya saja departemen CRM, channel management dll.

 

Sumber : Majalah Marketing Edisi 02/XV/Feb 2015