Tiga Prediksi “Smart City”

Dr. Renato De Castro (International Advisor, World e-Governments Organization of Cities & Local Governments) memaparkan tiga prediksi tentang Smart City yang harus diketahui para pemimpin kota :

Artificial Intellegence untuk Menanggulangi Resiko Keamanan

Tingkat kriminalitas yang tinggi dan ancaman teroris hanyalah dua dari sekian banyak isu yang harus dihadapi kota di seluruh dunia. Kombinasi antara teknologi dan keamanan berpotensi mengentaskan dan membantu pemerintah kota mengelola isu tersebut. Misalnya dengan mempertimbangkan surveillence system high definition tercanggih untuk dipasang pada jaringan informasi, seperti sosial media, dimana AI mampu memproses data dalam jumlah besar.

Implementasi AI ini tidak hanya dapat memangkas response time saat terjadi situasi genting tetapi juga dapat memprediksi terjadinya kejahatan. Di luar pembahasan tentang kontroversi tindakan monitoring dan privasi, AI berpotensi meningkatkan keselamatan dan keamanan di Smart City untuk kehidupan warga yang lebih nyaman.

Hypercity dan Konsekuensi

PBB menyematkan istilah hypercity pada kawassan pemukiman sekelas conurbation yang menyebar secara besar-besaran dan dihuni oleh lebih dari 20 juta orang. Tokyo menjadi hypercity pertama di dunia pada pertengahan 1960an saat jumlah populasi penduduk di ibu kota Jepang itu melewati batas angka 20 juta. Sampai dengan tahun 2020, lebih banyak hypercity akan bermunculan seperti Mumbai, Delhi, Mexico City, Sao Paulo, New York, Dhaka, Jakarta dan Lagos.

Conurbation terbentuk ketika batas antar kota makin meluas akibat pertumbuhan populasi, perkembangan industri dan teknologi. Conurbation muncul melalui koalisi atau bergabungnya pusat dari beberapa kota yang berdekatan melalui proses urbanisasi dan pembangunan kawasan yang berjalan terus menerus. Istilah Conurbation diciptakan oleh Patrick Geddes tahun 1915 yang berasal dari kata “continous” dan “urban area”.

Munculnya sejumlah hypercity diperkirakan akan berujung pada terbentuknya district confederations akibat meningkatnya kompetisi antar kota. Bahkan saat ini pun kota-kota besar sudah mulai berlomba-lomba meraih investasi dan sumber daya manusia terbaik untuk meningkatkan daya saing.

Revolusi Industri Keempat dan Akibatnya terhadap Perekonomian

Revolusi industri keempat diramalkan akan menjadi revolusi paling disruptif. Di era ini, transformasi dapat dikelompokkan menjadi empat dimensi yang unik dan sangat berbeda.

Creative Economy

Menggunakan kreativitas untuk memberi nilai tambah terhadap ekonomi lokal. Profesor & Head of Martin Prosperity Institute di Rotman School of Management University Toronto, Richard Florida mengaitkan bertambah makmurnya klaster-klaster teknologi tinggi, seperti Sillicon Valley di California, Austin Technology Cluster di Texas dan East London Tech City sebagai indikator kebangkitan kelas (masyarakat) kreatif.

Sharing Economy

Layanan seperti yang diberikan Airbnb dan Uber telah mengguncang pasar tradisional. Layanan-layanan baru itupun akan mempengaruhi rantai produksi dan distribusi global, serta mendorong model-model bisnis dan inovasi baru, terutama yang mendukung konsep “access over ownership”.

Circular Economy

Sebuah ekonomi dimana tidak ada ruang bagi pemborosan. Hal itu dicapai melalui kesadaran mendaur ulang sumber daya untuk menjamin lingkungan yang berkelanjutan dalam jangka panjang. Hal ini tentu sangat kontras dengan model produksi linear yang kita anut saat ini. Model produksi linear akan mengubah bahan mentah menjadi barang siap pakai yang akhirnya akan menjadi limbah.

Co-Creation

Perusahaan-perusahaan startup menyambut kolaborasi dengan semua stakeholder, karyawan, supplier, pelanggan bahkan pesaing. Konsep ini dapat dikembangkan untuk merangkul co-creation warga kota dengan pengelolaan oleh publik untuk meningkatkan kualitas hidup.

Perubahan-perubahan besar ini ditandai oleh perspektif baru tentang implikasi waktu dan ruang karena kemampuan teknologi dalam menjembatani domain fisik, digital dan biologis. Teknologi hanyalah sebuah kendaraan untuk berubah. Adopsi teknologi harus dilakukan secara menyeluruh, inklusif dan komplit di setiap tingkatannya untuk meraih kesuksesan implementasi proyek Smart City.

 

Dikutip dari : Infokomputer, Maret 2017.

 

Posted in Technology | Leave a comment

Pekerjaan Yang Terancam Akibat Hadirnya Robot

Petugas Call Center

Perusahaan asal New York, IPSoft menghabiskan waktu selama lima belas tahun untuk membangun Amelia. Amelia adalah platform berbasis artificial intellegence yang bisa menggantikan petugas Call Center. Amelia bisa belajar SOP berbicara dengan klien dalam hitungan detik dan berbicara dalam dua puluh bahasa berbeda. Amelia juga dibekali kemampuan untuk menangkap emosi sang penelpon dan cara menghadapinya.

Amelia memang harus belajar agar bisa bekerja dengan baik, namun waktu yang ia butuhkan juga singkat. Contohnya, saat diimplementasikan di sebuah call center, di minggu pertama, Amelia hanya bisa menangani 1 dari 10 penelepon, namun di minggu kedua, Amelia bisa menjawab 6 dari 10 penelepon. Seiring kian canggihnya Amelia, pekerjaan petugas call center yang diperkirakan mencapai 250 juta orang pun akan terancam.

Sopir Truk

Pada Oktober 2016, Otto mencatatkan sejarah untuk pertama kalinya berhasil mengantarkan produk. Keberhasilan ini menjadi spesial karena Otto adalah truk yang bisa berjalan sendiri. Dalam antaran pertamanya ini, Otto berkendara sekitar dua ratus kilometer untuk mengantarkan 50 ribu botol bir.

Keberhasilan Otto ini memang masih diganjal oleh beberapa catatan. Pertama, Otto hanya bisa beroperasi di jalan tol yang kondisi jalannya relatif sederhana, selain itu Otto tidak pernah berganti jalur kecuali terpaksa. Namun keterbatasan tersebut hanya menunggu waktu untuk diatasi.

Petugas Restoran

Meski membuat burger relatif mudah, akan sulit bagi manusia untuk membuat enam burger per menit, namun itulah yang bisa dilakukan mesin pembuat burger buatan Momentum Machine. Dengan menggunakan sistem ban berjalan, mesin ini bisa mempersiapkan semua hal yang dibutuhkan untuk membuat burger, mulai dari memanggang daging sampai memotong tomat.

Sementara di Jepang, telah dibuka restoran sushi yang tidak membutuhkan pelayan. Setiap pesanan akan dikirimkan dari dapur ke meja menggunakan ban berjalan. Ketika selesai makan, pelanggan diminta memasukkan piring dan gelas di jalur yang tersedia dan perangkat makan itu pun akan meluncur ke area cuci. Restoran ini memang masih mempekerjakan manusia, namun jumlahnya jauh lebih sedikit dibanding restoran sekelasnya.

Petugas Toko

Pada Desember 2016, Amazon membuka sebuah toko retail khusus di Seattle yang tidak membutuhkan petugas. Pengunjung yang ingin membeli barang hanya perlu memasuki toko, mengambil barang yang dibutuhkan, lalu keluar tanpa harus mengantre di kasir. Mereka hanya perlu membawa smartphone dengan aplikasi Amazon Go di dalamnya.

Mengapa ini bisa dilakukan? Menurut Amazon, mereka menggunakan gabungan sensor, artificial intellegence dan machine learning untuk memonitor pergerakan pengunjung, ketika pengunjung mengambil barang tertentu, sensor akan mendeteksi pembelian tersebut dan mencatatnya di aplikasi. Sensorpun cukup canggih untuk mencoret transaksi ketika pengunjung membatalkan pembelian.

 

Dikutip dari : Infokomputer, Maret 2017

Posted in Technology | Leave a comment

Mungkinkan Manusia & Robot Hidup Berdampingan?

Seberapa efisiennya robot? pertanyaa tersebut bisa dijawab sebuah pabrik di Dongguan, Tiongkok. Pabrik perakitan handphone ini sebelumnya mempekerjakan 650 pekerja. Namun setelah menggunakan robot, kini mereka hanya perlu mempekerjakan 60 pekerja saja, alias kurang dari 10%. Tiga pekerja bertugas mengawasi produc line, sedangkan sisanya bertanggung jawab di sisi sistem komputer.

Jumlah pekerja ini bahkan bisa berkurang sampai dua puluh orang saja setelah melihat efektivitas kerja robot tersebut, yang menarik produktivitas pabrik tersebut meningkat secara drastis. Jumlah produk yang dihasilkan meningkat 250%, sedangkan tingkat kesalahan menurun sampai 80%. Semua fakta tersebut menunjukkan, robot memang menawarkan efisiensi. Namun efisiensi tersebut juga harus dibayar dengan harga yang mahal, yaitu hilangnya pekerjaan kita.

Menurut studi yang dilakukan Carl Frey dan Michael Osborne dari Oxford University AS, makin matangnya teknologi robot, automasi dan artificial intellegence berpotensi menghilangkan 47% pekerjaan di AS dalam 20 tahun ke depan, untuk negara berkembang, efeknya lebih dahsyat lagi. Analisis World Bank di tahun 2016 memperkirakan sebanyak dua pertiga pekerjaan di negara berkembang terancam kelangsungannya akibat automasi.

Kekhawatiran juga disampaikan oleh Bill Gates. Pendiri Microsoft ini bahkan menyodorkan wacana pengenaan pajak bagi perusahaan yang menggunakan robot. “Ketika seorang pekerja mendapatkan penghasilan misalnya US$50 ribu, ia akan dikenai pajak penghasilan, pajak jaminan sosial dan lainnya, seharusnya ketika robot mengerjakan pekerjaan yang sama, pajak yang sama pun diterapkan”. Pajak yang didapat tersebut kemudian dialokasikan untuk membiayai pendidikan anak dan perawatan manula, dua sektor yang sangat membutuhkan empati manusia. Pengenaan pajak juga bisa menjadi instrumen untuk mengerem laju perkembangan automasi. Ketika kemunculan robot dirasa akan membuat kerugian dibanding keuntungan, kita harus bisa meningkatkan tingkat pajak dan mengerem adopsi automasi.

Akan tetapi, banyak juga ilmuwan yang percaya robot dan manusia akan hidup berdampingan. Salah satunya adalah Profesor Manuela Veloso (Head of Machine Learning di Carnegie Mellon University AS). Dalam pandangannya, di masa depan akan sulit membedakan area yang ditangani manusia atau mesin. Namun baik mesin dan manusia akan saling membutuhkan dan tidak bisa bekerja tanpa bantuan. Hal terbaik yang bisa kita lakukan adalah berinvestasi di sisi pendidikan. Robot akan makin canggih, tapi ketika kita fokus dengan pendidikan, peradaban manusia juga akan menjadi lebih baik.

 

Dikutip dari : Infokomputer, Maret 2017.

Posted in Technology | Leave a comment

Solusi HRIS Sesuai Kebutuhan (Gadjian.com)

Administrasi HRD yang rumit tak dimungkiri memang dapat menghambat perkembangan perusahaan-perusahaan yang sedang tumbuh. Bisa dibayangkan, berapa banyak waktu dan uang yang habis hanya untuk menghitung gaji, iuran BPJS dan potongan PPh 21. Masalah pelik inilah yang lantas dilihat oleh Gadjian.com sebagai peluang emas.

Pada tahun 2014, Gadjian sudah memiliki software Human Resource Information System (HRIS) version – premise yang bernama HRD Helper. Aplikasi ini memiliki target pasar perusahaan berskala menengah hingga besar (jumlah karyawan lebih dari 500 orang). Namun, Gadjian.com juga kerap menerima permintaan dari perusahaan berskala kecil menengah yang juga ingin menggunakan HRD Helper.

Pada saat awal berdirinya, pendanaan awal Gadjian.com berasal dari dana internal alias bootsrapping. Untuk bisa merasakan layanan Gadjian.com, Afia Fitriati (Co-Founder & CEO Gadjian.com) menetapkan sistem berlangganan bulanan bagi para konsumen mereka. Harga yang dibayarkan juga bervariasi, disesuaikan dengan kompleksitas fitur dan jumlah karyawan perusahaan tersebut. Gadjian.com menggunakan role model layanan sejenis di AS seperti Gusto (sebelumnya Zen Payroll). Misalnya saja Paket Standar yang ditujukan untuk perusahaan berkembang yang sistem payrollnya masih sederhana. Ada pula Paket Sukses yang ditujukan untuk perusahaan yang membutuhkan fitur-fitur lanjutan seperti aplikasi cuti online, perhitungan BPJS dan PPh 21. Yang menarik, Gadjian.com juga menyediakan Paket Gratis untuk perusahaan dengan karyawan maksimal lima orang.

Sisi produk, disebutkan sebagai tantangan utama mereka. Visi dari Gadjian.com adalah menjadikannya benar-benar user friendly. Keinginan untuk membantu sebanyak-banyaknya UKM agar bertumbuh dengan pengelolaan administrasi SDM yang lebih baik mejadi salah satu tujuan mereka. Dengan kata lain, Gadjian.com membuat tugas-tugas administrasi ini menjadi lebih ringan dan murah. Feedback dari user merupakan pengalaman yang paling penting dan berkesan bagi team Gadjian.com karena dari merekalah inspirasi itu muncul.

 

Dikutip dari : Infokomputer, 2017

Posted in Startup | Leave a comment

Plus Minus Kantor Tanpa Bos

Sistem manajemen baru yang menghapuskan hierarki tersebut adalah HOLACRACY. Dikutip dari situs resminya Holacracy.org, sistem ini menggantikan hierarki dalam manajemen tradisional dengan sebuah “sistem operasi” peer to peer yang meningkatkan transparansi, akuntabilitas dan kelincahan organisasi.

Ini terdengar menjanjikan dan cocok untuk perusahaan startup teknologi yang mencari model baru manajemen di tempat kerja untuk menjaga inovasi dan energi anak-anak muda.

Zappos (toko online yang menjual baju dan sepatu berbasis di Las Vegas) telah menerapkannya dan tetap menerapkannya hingga kini walaupun tidak sedikit menuai kontroversi. Google sempat meniadakan para bos di level manajer, namun tak lama kemudian mengadakannya kembali.

ZAPPOS

Pada tahun 2012 CEO Zappos Tony Hsieh bertemu Brian Robertson, CEO perusahaan software Conscious Capitalsm yang dikenal sebagai penemu Holacracy. Menurut Robertson, adalah masalah dalam interaksi manusia (seperti ketidakpuasan, ingin berkuasa dll) yang menghalangi bisnis mencapai potensi maksimalnya.

Hsieh yang terkenal selalu inovatif dalam pendekatan pengelolaan karyawan lansung menyukai konsep ini. Pada tahun 2013, holacracy diperkenalkan di perusahaan e-commerce yang telah diakuisisi Amazon tersebut. Gagasan utama holacracy adalah menyusun atau mengorganisasi perusahaan berdasarkan pekerjaan yang perlu dikerjakan dan bukan berdasarkan orang yang mengerjakannya. Gonzales – Black yang menangani bagian human resources di Zappos bertugas menghapus semua jabatan, termasuk jabatannya sendiri. Organisasi akan beroperasi tanpa seorangpun yang menyandang titel manajer.

Dikutip dari buku Holacracy: The New Management System for a Rapidly Changing World (Brian Robertson, 2015), holacracy membagikan otoritas dan pengambilan keputusan ke seluruh organisasi, dan menetapkan orang-orang di dalamnya bukan berdasarkan hierarki dan jabatan, melainkan berdasarkan peran. Ketika anda mulai mengikuti holacracy, anda belajar membuat struktur baru dan cara pengambilan keputusan, yang memberdayakan karyawan yang paling memahami pekerjaan anda yaitu para frontliner.

Holacracy menghapus job description dimana setiap orang hanya memiliki satu job, hal ini digantikan oleh roles (peran) dimana seseorang mengisi beberapa peran. Di dalam holacracy juga semua aturan bersifat transparan dengan tujuan menghilangkan politik kantor.

GOOGLE, MEDIUM dan GITHUB

Ketika sedang berkembang pesat, Google merasa tidak mungkin lagi memiliki struktur organisasi yang flat. Pada waktu itu direkrutlah manajer-manajer berpengalaman dari perusahaan lain yang kemudian membuat karyawan mearasa suasana tidak “Google” lagi. Pada waktu itulah, Brian dan Page memutuskan untuk menghapuskan posisi manajer. Setidaknya untuk bagian Engineering.

Kondisi tersebut mendapat tentangan dari Head of HR Google, yang merasa manajer tetap diperlukan, tetapi Page tetap bersikeras bahwa orang-orang tidak perlu diatur. Hal ini sempat menimbulkan kekacauan kecil dimana ada yang kehilangan pekerjaan dll. Kebijakan ini ternyata tidak berlangsung lama dan posisi manajer tetap sangat diperlukan karena karyawan memerlukan leader, yang bisa mengajari mereka, dan ketika mereka tidak sependapat dengan rekan kerja mereka, dibutuhkan seseorang yang dapat menengahi dan mengambil keputusan.

Permasalahan yang sering dihadapi banyak organisasi adalah banyak manajer yang tidak efektif. Mereka tidak melakukan fungsi leader dan hanya bisa menyuruh, karena itulah kemudian Google meluncurkan yang disebut project Oxygen, untuk membentuk bos-bos yang lebih baik. Mereka menemukan delapan perilaku manajer hebat yang membuat mereka hebat, yaitu :

  1. Be a good coach.
  2. Empower; don’t micromanage.
  3. Be interested in direct reports success and well being.
  4. Don’t be a sissy; be productive and results oriented.
  5. Be a good communicator and listen to your team.
  6. Help your employees with career development.
  7. Have a clear vision and strategy for the team.
  8. Have key technical skills so you can advise the team.

Kesimpulannya adalah Holacracy sangat sulit diterapkan jika perusahaan sudah berkembang dengan skala yang lebih besar, untuk inisiatif-inisiatif yang lebih besar, yang memerlukan koordinasi antar bagian, akan sulit dan memakan waktu dalam sistem tanpa hierarki.

 

Dikutip dari : Chandra, Meisia. 2016. Infokomputer.

Posted in Uncategorized | Leave a comment

UKM harus Kreatif Kemas Produk dan Berani Mengeksekusi

Salah satu modal utama UKM agar sukses di pasar yang kompetitif adalah kreativitas. Selain kreatif dalam strategi, pelaku UKM harus kreatif juga dalam produk yang ia jual dan pasarkan.

Manajemen produk yang kreatif bakal memberi nilai tambah dari merek yang ia tawarkan kepada konsumennya. Dalam pemasaran, diferensiasi suatu produk / jasa dapat diwujudkan dalam tiga hal yakni, konten, konteks (kemasan /cara penyajian) dan infrastruktur (toko, fasilitas dll).

 

Dikutip dari : Kurniawan, Sigit. 2016. Marketeers.

Posted in Bisnis | Leave a comment

Selangkah Lebih Dekat dengan Para Advocates

Meski bukan hal baru, Community Marketing masih layak dilakukan perusahaan atau brand. Apalagi saat ini, customer path telah berubah. Advokasi lebih penting ketimbang pembelian kembali. Namun bukan hal yang mudah untuk menumbuh kembangkan advokasi. Kita sebagai perusahaan, pemilik brand atau pemasar tidak bisa meminta atau bahkan memaksa para konsumen untuk sukarela menjadi advocates kita. Apalagi jika mereka tidak cinta, belum mendapat manfaat dan nilai lebih dari produk kita.

Daripada membuang tenaga dan biaya yang berlebih, Community Marketing bisa menjadi pilihan. Ini adalah strategi marketing dengan mendekati para komunitas yang ada. Bentuknya pun beragam, mulai dari komunitas yang dibuat oleh perusahaan atau brand hingga komunitas independen, dari berbagai sektor industri. Dengan masuk ke komunitas, kita tidak perlu memilah-milah konsumen yang ada sebab, kita sudah mengetahui apa alasan mereka berkumpul. Sebagai brand pun kita harus membuka diri. Biarkanlah mereka menjadi bagian dari merek kita, menjadikan mereka sebagai sentral dan membuka kesempatan bagi mereka untuk memiliki brand mereka.

Komunitas di Indonesia tidak akan pernah mati, sehingga dengan Community Marketing, maka andapun selangkah di depan dalam mendekati dan menghasilkan advocates bagi perusahaan atau brand anda.

 

Dikutip dari : Setiawan, Iwan. 2016. Marketeers.

Posted in Bisnis | Leave a comment

Cara Kreatif untuk Keuangan dan Karir

  1. Good Artist Copy, Great Artist Steal

Bos Apple Steve Jobs mengaku kalimat yang berasal dari ucapan Pablo Picasso itu jadi pegangannya saat mengembangkan komputer Macintosh. Terbukti, produk yang dihasilkan Steve Jobs sukses di pasaran. Apa sebenarnya makna kalimat itu? Mencuri ternyata lebih baik ketimbang meniru. Dalam konteks ini, mencuri itu perbuatan yang dibenarkan dengan tujuan untuk up grade skill diri sendiri. Mencuri adalah proses mengamati orang lain, memahami, dan kemudian mengembangkan dengan ciri khas sendiri.

Toh, curi-mencuri soal ini sesuatu yang lumrah kok. Tengok saja di sepakbola. Banyak yang mencuri gaya bermain Chrstiano Ronaldo, Zidane Zidane, David Becham, dan lain-lain. Lalu gaya bermain itu dikembangkan sehingga menjadi identitas diri sendiri.

      2. Routine is Killing Your Creativity

Kreatif itu selalu dekat dengan orang yang selalu melakukan hal yang baru. Sebaliknya, dia akan menjauh dengan orang yang punya aktivitas yang sama secara terus-menerus. Di situlah makna routine is killing your creativity. Orang kreatif tak pernah bisa diam. Dia selalu bergerak dinamis, berpikir terus, dan tak kapok sama tantangan. Mereka yang ingin meningkatkan ‘ilmu’ kreatif-nya mesti lewati keberanian melakukan hal-hal yang belum pernah atau jarak dilakukan sebelumnya.

      3. Do Something New

Ayo, berbuat sesuatu yang baru. Itu cukup jadi modal kreatif. Ada hasrat dan keinginantahuan yang kuat terhadap hal yang baru. Di kepala selalu muncul pertanyaan berulang-ulang tentang bagaimana dan mengapa. Jadikanlah aktivitas melakukan sesuatu yang baru sebagai kebiasaan yang selalu ditanamkan sehari-hari. Lalu tanpa di sadari, suatu hari nanti tiba-tiba bakal punya temuan yang akan menggegerkan jagad raya. Hilangkan rasa takut. Mulailah menerapkan prinsip ‘do something new’.

  1. Watch and learn from the best!

Punya kebiasaan mengamati orang lain juga jadi langkah awal menjadi orang kreatif. Pendek kata, jangan suka cuek bebek sama di sekeliling. Kembangkan sikap kepo. Dari situ tanpa disadari pula akan lahir ide-ide yang sejatinya berasal dari inspirasi yang dilakukan orang lain.

  1. Making friends with creative people

Bergaulah dengan orang-orang kreatif. Percaya deh, kreatif itu seperti virus yang menular. Kumpul-kumpul sama orang kreatif akan membantu untuk memahami bagaimana mereka berpikir, bertindak, berkreasi, dan mengeksekusi ide. 

  1. Me time

Nikmati waktu me time seoptimal mungkin. Aktivitas yang padat pasti menguras pikiran dan membuat bete otak. Kejenuhan bakal berakibat buruk sama kreativitas. Jadi, aturlah waktu untuk diri sendiri. Itu baru sebagian formulanya lho. Pasti masih banyak cara membuat diri menjadi sosok yang kreatif.

Masing-masing individu punya caranya sendiri dalam mempelajari sisi kreativitasnya. Jadi tak bisa dipukul rata. Hanya sebagai langkah awal, cobalah dengan menambah jam terbang atau pengalaman. Carilah figur idola dan kemudian modifikasikanlah sesuai dengan cara dan gaya kamu. Lalu jangan ragu dengan ide yang muncul. Kembangkan dan segera eksekusi ide itu. Siapa tahu nun jauh di luar sana, ada orang lain yang punya ide serupa dan langsung action.

Posted in Quotes | Leave a comment

Menumbuh Suburkan Mentalitas Founder di Perusahaan

Anda mungkin sudah sering mendengar pentingnya merekrut karyawan dengan mindset founder. Hal ini cukup populer di kalangan startup teknologi. Salah satu yang sering mengkampanyekan founder’s mindset adalah Reid Hoffman (Co – Founder Linkedin).

Salah satu alasan yang membuat banyak karyawan terbaik meninggalkan perusahaan adalah mereka merasa kurangnya penghargaan dan reward atas pekerjaannya yang telah dilakukan dengan baik, selain itu juga adanya penyebab faktor internal lainnya, yakni melebarnya jarak dengan front lines, kehilangan akuntabilitas dan tumbuh suburnya birokrasi.

Setiap pemilik perusahaan pastilah senang memiliki karyawan dengan perilaku seperti founder. Beberapa contoh cara berpikir seperti founder dari pengalaman sehari-hari misalnya :

  • Founder cenderung berpikir dalam “big picture”, mereka menunjukkan rasa ingin tahu pada semua aspek dalam bisnis.
  • Founder biasanya sangat fokus pada apa yang dikerjakan dan bisa mengatakan tidak pada hal lain yang berada di luar fokus utama.
  • Founder adalah owner, tentu saja rasa memilikinya tinggi.
  • Founder juga biasanya adalah pemimpin yang hebat, yang bisa menginspirasi munculnya perilaku terbaik dari timnya.
  • Founder selalu menentang birokrasi dan tidak menerima status quo dalam mencapai visi mereka.

Melalui penelitian selama satu dekade terhadap sejumlah perusahaan di lebih dari empat puluh negara, Zook dan Allen (Bain & Company) menemukan kuatnya hubungan antara mentalitas founder dengan kemampuan perusahaan mempertahankan kinerja yang baik. Hal ini terjadi tidak hanya di perusahaan startup saja, tetapi pada berbagai tipe perusahaan yang lain. Mereka memformulasikan sifat-sifat yang termasuk dalam mentalitas founder yaitu:

  • Memiliki misi dan tujuan yang berani.
  • Obsesi yang tanpa ampun dengan barisan depan. Sebagian besar founder adalah salesperson pertama di perusahaan sehingga mereka sangat tertarik pada setiap detail dalam pengalaman customer dan cenderung menggunakan insting yang terbangun dari pengalaman front liner ini dalam membuat keputusan.
  • Memiliki mentalitas owner yang kuat.

Sebagai leader, inilah yang harus anda lakukan untuk menciptakan lingkungan yang mendukung berkembangnya jiwa entrepreneurship dan mentalitas founder pada tim anda:

  • Secara aktif mendorong percakapan. Makin banyaknya hierarki, akan dapat menyulitkan seorang karyawan menyampaikan ide dan aspirasinya. Tidak jarang mereka merasa tak berdaya serta frustasi dengan politik internal sehingga dapat menyebabkan seorang karyawan yang aspiratif hengkang.
  • Menindaklanjuti ide.
  • Mengizinkan kegagalan dan resiko.
  • Memberi reward pada inovasi

 

Dikutip dari : Chandra, Meisia. 2016, Infokomputer.

Posted in Bisnis | Leave a comment

Lima Prinsip Kunci Kampanye Calon Kepala Daerah

Kampanye calon kepala daerah tidak bisa hanya didasarkan pada perhitungan politik, apalagi hanya money politics tapi ada konsep marketing yang harus benar-benar diperhatikan pada era demokrasi seperti saat ini. Istilah “political marketing” yang sudah banyak digunakan, sebenarnya harus diartikan sebagai marketing yang dilaksanakan di lanskap persaingan politik. Bukan sebaliknya, yaitu mempolitikkan marketing. Memang, ada banyak kesalahpahaman tentang dunia marketing.

Selama ini, banyak orang politik hanya menganggap marketing sebagai komunikasi, ikon, tagline, seragam atau menjual janji. Padahal, marketing atau pemasaran sesungguhnya bukanlah hal itu. Ada lima prinsip kunci marketing yang harus dipahami dan dipakai oleh seorang calon kepala daerah dalam melaksanakan strategi kampanye.

Prinsip 1 : Susun Visi Anda Berdasarkan Tren Perubahan

Karena anda sedang mengkampanyekan diri sebagai seorang pemimpin yang diharapkan bisa melakukan perubahan, bukan hanya seperti seorang manajer atau administrator yang dilakukan oleh PNS biasa. Itulah yang disebut sebagai Visionary Leader.

Prinsip 2 : Susun Misi Anda Berdasarkan Lanskap Persaingan

Ketahuilah siapa Pelanggan (Customer), Pesaing (Competitor) dan Diri Sendiri (Company) untuk melihat peta persaingan.

Prinsip 3 : Sebutkan Nilai-Nilai Anda Berdasarkan Karakter Yang Ada

PDB adalah Positioning – Differentiation – Brand yang merupakan kunci dari sebuah strategic Marketing.

  • Positioning adalah sebuah pernyataan bahkan juga merupakan sebuah janji dari pasangan anda.
  • Differentiation adalah pembeda dari pesaing yang sekaligus merupakan pendukung dari Positioning, tanpa Differentiation yang unik dan kuat maka Positioning tidak akan punya integritas karena itu tidak akan punya kredibilitas.
  • Branding adalah sebuah upaya simbolisasi pasangan dalam bentuk singkatan nama yang dilengkapi slogan atau tagline, yang nantinya akan jadi identitas sesuai dengan Positioning yang ditetapkan.

Prinsip 4 : Susun Program Kerja Anda Berdasarkan Aksi Nyata

Ada sembilan elemen pemasaran taktis yang bisa dibagi jadi tiga komponen, yaitu :

  • Customer Oriented yang terdiri dari Segmentation, Targeting dan Positioning.
  • Product Oriented yang terdiri dari Differentiation, Marketing Mix, Selling.
  • Brand Oriented yang terdiri dari Brand, Service, Process.

Prinsip 5 : Ciptakan WOW Untuk Mendapatkan Advokasi

Dahulu Legacy Marketing yang konvensional hanya berdasarkan 4A yaitu Aware, Attitude, Act dan Act Again. Namun kini pada zaman internet dan media sosial, New Wave Marketing sudah mengubah 4A menjadi 5A yaitu Aware, Appeal, Ask, Act dan Advocate. Pemiih yang sudah aware harus dibikin sangat tertarik atau appeal supaya mau bertanya atau ask baik secara langsung dan tidak langsung. Tidak ada yang bisa disembunyikan pada saat ini karena semuanya ada dan bisa dicari di internet. Elektabilitas terkait dengan kecenderungan pemilih untuk memilih atau vote (act), tapi yang juga sangat penting adalah Advocacy Level. Masukkan WOW faktor dalam kampanye anda supaya pemilih menjadi ter engage bukan hanya enjoy atau experience

 

Dikutip dari : Kertajaya, Hermawan. 2016, Marketeers.

Posted in What's Up | Leave a comment