Analytical techniques dalam bidang Pemasaran

Teknik atau metode yang dapat digunakan  untuk menganalisa permasalahan dalam bidang Pemasaran. Teknik ini dapat dijadikan landasan untuk diimplementasikan pada  mengembangkan Sistem Informasi:

  1. Brand Development Index (BDI)/ Category development index (CDI)
  2. Brand/ Category penetration
  3. Benchmarking
  4. Blindspots analysis
  5. Functional capability and resource analysis
  6. Impact analysis
  7. Counterfactual analysis
  8. Demand analysis
  9. Emerging Issues Analysis
  10. Experience curve analysis
  11. Gap analysis
  12. Herfindahl index
  13. Industry Analysis (also known as Porter’s five forces analysis)
  14. Management profiling
  15. Market segmentation analysis
  16. Market share analysis
  17. Perceptual mapping
  18. PEST (Political, Economic, Social and Technological) analysis
  19. Portfolio analysis, such as BCG growth-share matrix or GE business screen matrix
  20. Precursor Analysis or Evolutionary analysis
  21. Product life cycle analysis and S-curve analysis (also known as technology life cycle or hype cycle analysis)
  22. Product evolutionary cycle analysis
  23. Scenario analysis
  24. Segment Share Analysis
  25. Situation analysis
  26. Strategic Group Analysis
  27. SWOT analysis
  28. Trend Analysis
  29. Value chain analysis

Sumber : Marketing Strategy

 

Teori-teori dalam manajemen keuangan

Beberapa teori dalam manajemen keuangan yang telah dikenal umum dikalangan praktisi, seperti:

Sumber : Teori Manajemen Keuangan

 

Penelitian : Definisi, Tahapan dan Tujuan

Secara etymologist, penelitian berasal dari bahasa Inggris research (re berarti kembali dan search berarti mencari). Dengan demikian research berarti mencari kembali. Penelitian selalu dimulai atau berangkat dari masalah yang belum dapat diketahui penyelesainya dengan baik.

Menurut para ahli penelitian dapat diartikan sebagai berikut :

  1. Berndtsson et al., 2007: the process to exploring the unknown, studying and learning new things, building new knowledge about things that no one has understood before.
  2. Dawson, 2009: research to considered activity, which aims to make an original contribution to knowledge.
  3. Sutrisno Hadi, 2015: mengartikan penelitian sebagai usaha untuk menemukan, mengembangkan, dan menguji kebenaran suatu pengetahuan.
  4. Fellin, Tripodi dan Meyer, 1996: mengemukakan bahwa penelitian adalah suatu cara sistematik untuk maksud meningkatkan, memodifikasi dan mengembangkan pengetahuan yang dapat di sampaikan (dikomunikasikan) dan diuji (diverifikasi) oleh peneliti lain.
  5. Parsons, 1946: Penelitian adalah pencarian atas sesuatu (inquiry) secara sistematis dengan penekanan bahwa pencarian ini dilakukan terhadap masalah-maslah yang dapat dipecahkan.
  6. Woody, 1927: Penelitian merupakan sebuah metode untuk menemukan kebenaran yang juga merupakan sebuah pemikiran kritis (critical thinking). Penelitian meliputi pemberian definisi redefinisi terhadap masalah, mempormulasikan hipotesis atau jawaban sementara, membuat kesimpulan dan sekurang-kurangnya mengadakan pengujian yang hati-hati atas semuakesimpulan untuk menentukan apakah ia cocok dengan hipotesis.

Berdasarkan Fellin, Tripodi dan Meyer, 1996 bahwa penelitian harus dilakukan dengan sistematis, maka diperlukan tahapan-tahapan. Menurut Sanjaya (2011), cara sistematis tersebut dalam tahapan-tahapan sebagai berikut :

  1. Menetapkan masalah penelitian
  2. Mengkaji teori dan temuan penelitian sebelumnya.
  3. Merumuskan hipotesa.
  4. Mengidentifikasi variabel penelitian.
  5. Menyusun definisi operasional variabel.
  6. Menetapkan desain penelitian.
  7. Menetapkan dan menyusun instrumen pengukur variabel.
  8. Mengumpulkan data.
  9. Menganalisa data.
  10. Menulis laporan penelitian

Tujuan Penelitian :

  1. Menyelesaikan masalah penelitian
  2. Memecahkan masalah penelitian
  3. Melakukan pengujian (S1), Mengembangkan (S2) dan menemukan (S3) Teori atau metode.

Daftar pustaka :

  • Berndtsson, M., Hansson, J., Olsson, B., & Lundell, B. (2007). Thesis projects: a guide for students in computer science and information systems. Springer Science & Business Media.
  • Dawson, C. W. (2005). Projects in computing and information systems: a student’s guide. Pearson Education.
  • Sandjaja, Albertus, Heriyanto. 2011. Panduan Penelitian. Publisher: Prestasi Pustaka
  • Hadi, S. (2015). Metodologi riset. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Penelitian Berbasis Laboratorium

Penelitian berbasis laboratorium merupakan aktifitas dosen dan mahasiswa dalam melakukan pembelajaran kekhususan di prodi dengan aktifitas utama meneliti. Model pembelajaran yang dimaksud melalui proses penelitian terkait dengan kompetensi program studi tersebut pada laboratorium-laboratorium penciri program studi. Kwalitas program studi harus ditunjang dengan adanya laboratorium-laboratorium penciri program studi tersebut. Dari program pembelajaran studi laboratorium tersebut dituntut menghasilkan luaran hasil studi misalnya dalam bentuk kurikulum kompetensi prodi, proposal hibah, publikasi, pakar IT, dan juga produk-produk unggulan program studi.

Kurikulum kompetensi prodi merupakan serangkaian kurikulum yang dijaga, diinovasi, sesuaikan dengan ciri-ciri prodi. Kurikulum yang dihasilkan dilaksanakan oleh dosen dan laboran dalam aktifitas pembelajaran di kelas dan juga di laboratorium pembelajaran. Peran gugus penjaminan mutu dan unit penjaminan mutu memiliki peranan penting dalam pelaksanaan RPS di laboratorium pembelajaran dan juga di kelas. Hasil evalusi dan monitoring berpedoman pada Learning Outcome(LO) dan Learning Experience (LE), selanjutnya dikembalikan ke laboratorium research prodi untuk di perbaiki jika ditemukan hal-hal prinsip.
Continue Reading →

Metode dalam Pengembangan Sistem

System Development Life Cycle (SDLC) adalah tahapan atau proses yang harus dilakukan dalam membangun Sistem Informasi yang dapat mendukung kebutuhan dalam bisnis dengan merancang, membuat dan mengenalkan pemakainnya kepada pengguna. Tokoh kunci dalam pengembangan sistem yang menggunakan tahapan SDLC adalah sistem analyst, yang harus melakukan analisis keadaan suatu bisnis, melakukan identifikasi kebutuhan dan merancang sistem.

Terdapat 4 tahap dasar dalam SDLC yaitu : Perencanaan (planning), Analisis (analysis) , Perancangan(design), dan Implementasi (implementation).

Metode Pengembangan Sistem

Pendekatan yang dapat dilakukan dalam pengembangan sistem untuk mengimplementasikan konsep SDLC terdiri dari :

  1. Pengembangan Aplikasi Terstruktur (Structure Design)
    • Waterfall Development
    • Parallel Development
  2. Pengembangan Aplikasi RAPID (RAPID Application Development)
    • Phased Development
    • Prototyping Development
    • Throwaway Prototyping Development
  3. Pengembangan Aplikasi AGILE (Agile Development)

Block Diagram, Flowchart & IPOchart

Suatu sistem dapat di gambarkan secara umum menggunakan diagram berbentuk blok sehingga memudahkan untuk mengetahui gambaran umum dari sistem tersebut.  Gambaran serangkaian proses utama yang ada dan saling berhubungan tersebut lebih umum di sebut dengan block diagram. Istilah block diagram, flowcart dan IPO diagram dapat di baca di  kamus http://pascal.computer.org/sev_display/index.action dan secara singkat di kutip pada naskah berikut ini:

Block Diagram :

  • a diagram of a system in which the principal parts or functions are represented by blocks connected by lines that show the relationships of the blocks
  • a diagram of a system, computer, or device in which the principal parts are represented by suitably annotated geometrical figures to show both the functions of the parts and their functional relationships Continue Reading →

Kerangka berfikir Proposal Tugas Akhir

Seorang mahasiswa masih bingung jika berhadapan dengan tugas akhir. Beberapa datang ke dosen, dan bertanya “Pak…. Minta judul Tugas Akhir?” Sebenarnya langkah tersebut bisa dikatakan benar karena mahasiswa yang diminta dibimbing dosen harusnya menawarkan diri membantu dosen dalam menyelesaikan ROADMAP penelitian dosen tersebut.  Kondisi tersebut bisa membuat dosen kebingungan menjawab  jika dosen tidak memiliki ROADMAP penelitian yang jelas.  Mahasiswa datang ke dosen tertentu, sudah pasti dia minta dibimbing sesuai dengan bidang ilmu dosen tersebut dan tentunya mahasiswa tinggal tanya ke dosen tentang topik. Kemudian mahasiswa mengembangkan topik tersebut sesuai dengan arahan sang dosen.

Terkait dengan Tugas Akhir sering di jumpai pada saat ujian proposal antara topik, permasalahan, rumusan dan tujuan masih tidak nyambung. Untuk mengantisipasi hal itu, pada saat akan menyusun proposal penelitian/Tugas Akhir dibuat terlebih dahulu kerangka berfikir yang mengkaitkan antara topik, permasalahan, rumusan dan tujuan. Dengan dibuatkannya kerangka yang menghubungkan antar bagian tersebut, akan mempermudah dan memahami peta yang dikerjakan dalam menyesaikan Tugas Akhir sehingga yang dikerjakan menjadi jelas. Gambar pada artikel ini menjelaskan mulai dari menentukan Topik, sampai dengan Tujuan dari penelitian atau tugas akhir.

Menyusun Publikasi Hasil Penelitian

Publikasi ilmiah merupakan bukti komitmen dan intensitas karya atau aktivitas keilmuwan bagi mereka yang berkecimpung dibidang ilmu pengetahuan dan teknologi, termasuk seni. Dalam menyusun publikasi hasil penelitian, harus memperhatikan ketentuan yang sudah umum di syaratkan oleh berbagai ajang publikasi karya penelitian, misalnya untuk dipublikasikan pada seminar nasional dan jurnal ilmiah. Isi yang harus terkandung dalam makalah publikasi adalah :

  1. Judul (title)
  2. Abstrak (abstract)
  3. Pendahuluan (introduction)
  4. Metode (method)
  5. Hasil (result)
  6. Pembahasan (discussion)
  7. Kesimpulan (conclusion)
  8. Daftar Rujukan (reference)

Continue Reading →

Rancang Bangun Typing Master

Seorang yang dikatakan Ok di bidang IT, bisa nampak saat seseorang tersebut memainkan jari jemari saat mengetik pada papan keyboard dan bagaimana mata tidak perlu lagi mengawasi jari menekan tombol keyboard. Hal itu butuh latihan dan pembiasaan, namun sering kali seseorang tidak patuh untuk menugaskan jari jemari dengan tugas masing masing sehingga kita menjumpai beberapa pengguna komputer yang masih menggunakan 11 jari alias dua telunjuk saja. Dari kepatutan seorang IT yang harus piawai memainkan jari jemari pada papan keyboard tersebut mendorong untuk anak saya agar tiap hari melakukan aktifitas tersebut semenjak kecil dengan target-target dan bonus jika dapat melampaui target yang saya buat. Continue Reading →

Konversi Video ke Citra (JPEG, BMP)

Untuk bermain-main video di matlab tidak perlu rumit-rumit, cukup dengan beberapa perintah berikut ini sudah dapat memanipulsi video.  Untuk berbagai kepentingan, misalnya mengambil frame dari suatu video untuk di teliti atau digunakan untuk berbagai kepentingan, beberapa script sederhana ini sudah cukup mendukung.

Inisialisasi file video ke penampung atau variabel

>>Video1=’d:\video\a.avi’;

>>objvideo=mmreader(Video1);

>>xx=read(objvideo); Continue Reading →