Category Archives: Research

Penelitian Berbasis Laboratorium

Penelitian berbasis laboratorium merupakan aktifitas dosen dan mahasiswa dalam melakukan pembelajaran kekhususan di prodi dengan aktifitas utama meneliti. Model pembelajaran yang dimaksud melalui proses penelitian terkait dengan kompetensi program studi tersebut pada laboratorium-laboratorium penciri program studi. Kwalitas program studi harus ditunjang dengan adanya laboratorium-laboratorium penciri program studi tersebut. Dari program pembelajaran studi laboratorium tersebut dituntut menghasilkan luaran hasil studi misalnya dalam bentuk kurikulum kompetensi prodi, proposal hibah, publikasi, pakar IT, dan juga produk-produk unggulan program studi.

Kurikulum kompetensi prodi merupakan serangkaian kurikulum yang dijaga, diinovasi, sesuaikan dengan ciri-ciri prodi. Kurikulum yang dihasilkan dilaksanakan oleh dosen dan laboran dalam aktifitas pembelajaran di kelas dan juga di laboratorium pembelajaran. Peran gugus penjaminan mutu dan unit penjaminan mutu memiliki peranan penting dalam pelaksanaan RPS di laboratorium pembelajaran dan juga di kelas. Hasil evalusi dan monitoring berpedoman pada Learning Outcome(LO) dan Learning Experience (LE), selanjutnya dikembalikan ke laboratorium research prodi untuk di perbaiki jika ditemukan hal-hal prinsip.

Gelombang Otak

Gelombang otak adalah sinyal analog yang berkisar antara 0-50Hz. Berdasarkan standard yang mengacu pada medical industry dipecah dalam kisaran frekuwensi sebagai berikut :

  1. Gelombang Delta (0,5-2,75 Hz) : gelombang Delta terjadi terutama pada bayi dan orang dewasa dalam tidur nyenyak. Gelombang Delta juga dapat berfungsi untuk memicu pelepasan hormon pertumbuhan, yang menyediakan penyembuhan, maka alasan mengapa tidur begitu penting selama proses penyembuhan.
  2. Theta (3,5-6,75 Hz) – Terjadi terutama pada anak-anak pada tahap awal tidur dan orang dewasa ketika mereka secara emosional tertekan.
  3. Low Alpha (7,5-9,5 Hz) dan High Alpha (10 – 11,75 Hz) – Terjadi ketika seseorang sedang santai (rilek), tetapi dalam keadaan sedang terjaga atau tidak sedang tidur. Selama keadaan ini, seseorang terjaga tetapi beristirahat. Selama tidur, gelombang alpha digantikan oleh gelombang beta.
  4. Low Beta (13-16,75 Hz) dan High Beta (18-29,75 Hz) – Terjadi ketika seseorang (dewasa) sedang konsentrasi (memfokuskan fikiran), terjaga atau sedang mengerjakan sesuatu.
  5. Low Gamma (31-39,75 Hz) dan Mid Gamma (41-49,75 Hz) – Saat berhubungan dengan aktivitas mental yang lebih tinggi termasuk mempersepsikan sesuatu atau mikir sesuatu dan kondisi sadar. Hal ini tampak terkait dengan kesadaran. Gelombang Gamma hilang di bawah anestesi umum.

Berdasarkan frekuensi yang dapat direkam menggunakan peralatan berteknologi electroencephalogram dapat mengetahui kondisi yang terjadi pada pikiran seseorang. Sebagai contohnya untuk mengukur tingkat perhatian seseorang terhadap sesuatu hal dapat diidentifikasi seberapa besar gelombang beta yang bisa direkam. Gelombang tersebut akan dapat dipantau mulai dari 13Hz s.d 30 Hz. Dari pantauan yang dapat diketahui dapat dihitung sejauh mana prosentase konsentrasi yang dapat kita lakukan.

Pada saat melakukan pengukuran terhadap tingkat konsentrasi menjelang istirahat (Pukul 11.55 am) menggunakan alat ukur Brain Computer Interface (BCI) obyek penelitian adalah saya sendiri dengan hasil adalah sebagai berikut :

Hasil pembacaan gelombang otak saya dalam sesi pelatihan konsentrasi.

  • Fokus maksimum saya adalah 64%,
  • fokus rata-rata 45%,
  • waktu pengukuran 189 detik,
  • indeks fokus saya 1035/1600.
Powered by WordPress | Designed by: diet | Thanks to lasik, online colleges and seo
Skip to toolbar