Dasar Routing

Pada layer Network (layer 3) terjadi pengelolaan pengalamatan, pelacakan lokasi peralatan di jaringan, dan penentuan rute terbaik untuk memindahkan data, artinya layer network harus mengangkut lalu lintas antar peralatan yang tidak terhubung secara local. Router sebagai peralatan layer-3 menyediakan layanan routing dalam sebuah internetwork.

Suatu proses yang perlu dilakukan di layer-3, dalam hal ini pekerjaan yang harus dilakukan oleh sebuah router jika menerima data yang harus meneruskannya ke jaringan berikutnya. Sebuah data yang disebut dengan istilah packet (PDU layer-3) diterima oleh sebuah interface (antar muka jaringan) router, alamat tujuan dalam format ip address akan diperiksa. Jika data dalam format packet tersebut tidak ditujukan untuk router tersebut, router sebagai perangkat yang bertugas meneruskan packet akan memeriksa alamat jaringan tujuan pada tabel yang dimiliki (routing tables).   Selanjutnya router memilih interface keluar untuk packet tersebut, yang sebelumnya dilakukan suatu tahapan enkapsulasi packet untuk dijadikan frame dan dikirim keluar. Router akan membuang packet tersebut jika setelah dilakukan proses pencocokan dengan tabel (routing table) tidak ditemukan alamat tujuan yang sesuai.

Gambar 1. Router memeriksa packet

Pada gambar 1, router membaca data yang datang, kemudian mengidentifikasi informasi melalui header data tersebut tentang alamat tujuan dalam format ip address. Sebagai contoh misalnya. Alamat tujuan yang terdapat pada packet header adalah seperti pada gambar 2.

Gambar 2 IPv4 Header

Pada gambar 2, diketahui source IP=172.25.88.11 dan destination IP=222.124.29.241. Hal itu dapat dijelaskan bahwa data tersebut dikirim oleh terminal dengan alamat IP 172.25.88.11 untuk terminal dengan alamat 222.124.29.241.  Dari keterangan IP header tersebut jelas bahwa terminal pengirim dan terminal penerima memiliki alamat jaringan yang berbeda. Perbedaan alamat jaringan dapat di identifikasikan melalui konsep kelas IP baik secara class full ip address maupun class-less ip address. Kedua alamat tersebut jelas perbedaannya. Selanjutnya alamat tersebut dicocokkan dengan tabel routing yang terdapat pada suatu router.

Sebagai contoh isi tabel routing dapat dijelaskan pada gambar 3 berikut ini.

Gambar 3 Informasi Tabel Routing

Sebuah packet yang berasal dari terminal dengan alamat ip 10.10.10.20 menuju suatu host dengan alamat 222.111.222.1 pada router pertama (R-1) akan diidentifikasi yang kemudian dicocokkan tabel dan pada tabel tersebut diketahui alamat 222.111.222.0/24 harus diteruskan melalui interface serial-0(s0). Maka R-1 akan melakukan proses enkapsulasi dan merubahnya kedalam FRAME pada interface S0. Kemudian akan diterima oleh R-2 melalui interface S0 milik R-2. Pada R-2 alamat 222.111.222.1 pada tabel tersebut teridentifikasi pada interface E0. Dengan demikian, packet tersebut akan diteruskan ke interface E0 R-2, yang kemudian akan diteruskan menuju host dengan alamat 222.111.222.1.

Setelah mendapat informasi tentang alamat tujuan, kemudian router akan melihat data yang dimiliki pada tabel routing. Pekerjaan yang dilakukan oleh router selain memerika packet, adalah melakukan update terhadap packet route ke router-router terdekat. Update ini perlu dilakukan untuk mengidentifikasi network yang terhubung ke router tersebut. Protokol yang mengirim packet update rute disebut dengan routing protocols, sedangkan kegiatan yang dilakukan router disebut dengan istilah routing.

Routing, adalah sebuah proses untuk meneruskan paket-paket jaringan dari satu jaringan ke jaringan lainnya melalui sebuah internetwork. Routing juga dapat merujuk kepada sebuah metode penggabungan beberapa jaringan sehingga paket-paket data dapat hinggap dari satu jaringan ke jaringan selanjutnya. IP Routing adalah suatu proses perpindahan packet dari satu jaringan menuju jaringan yang lain menggunakan router. Sebelum mempelajari IP Routing , terlebih dahulu memahami istilah routing protocol dan routed protocol.  Routing protocol diperlukan oleh router-router  untuk mencari semua jaringan  yang berada pada suatu internetwork secara dinamis dan memastikan router-router memiliki tabel routing yang akan digunakan. Pada dasarnya suatu routing protocol memberikan arah/petunjuk terhadap suatu packet yang melewati internetworks. Beberapa protokol routing misalnya RIP, RIPv2, EIGRP, dan OSPF.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Powered by WordPress | Designed by: diet | Thanks to lasik, online colleges and seo
Skip to toolbar